SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Adanya beberapa calon direktur tunggal Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang bukan dari wilayah Bogor, kini menjadi perbincangan masyarakat. Sebab, orang-orang yang memimpin bukan dari orang Bogor dikhawatirkan bisa menambah beban masalah yang ada di Kota Bogor. Sehingga PDJT tak dapat berdiri di atas kakinya sendiri atau menjadi mandiri.
Wakil Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Bogor Iyus Rian mengatakan, seharusnya Pemkot Bogor mempunyai pertimbangan khusus bagi warga Bogor asli dan dapat memberi kesempatan kepada warganya untuk memimpin PDJT. Karena menurut dia, dengan PDJT dipimpin orang Bogor, maka orang tersebut akan mengetahui permasalahan yang sebenarnya PDJT alami. “Warga Bogor mempunyai potensi yang baik untuk mengelola perusahan transportasi, jangan sampai PDJT dipimpin orang luar tetapi malah bangkrut kembali,” ujarnya kepada Metropolitan.
Dalam sistem manajemen PDJT, menurut Iyus pun harus banyak ada yang diubah dan harus modern agar PDJT tidak mengalami kebangkrutan kembali. Karena semenjak adanya PDJT banyak kebocoran terjadi, seperti di dalam pengelolaan tiket. “Seharusnya seperti TransJakarta atau PT KAI yang sudah menggunakan sistem digital. Kalau PDJT masih seperti ini maka PDJT akan terus bangkrut,” terangnya.
Iyus pun berharap calon direktur tunggal mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik agar nantinya direktur bisa mengelola manajemen PDJT dengan baik. Sehingga PDJT yang selalu dianggap jelek bisa berubah citranya. “Direkturnya pun nanti harus benar-benar orang yang paham tentang manajemen organisasi agar pengelolaan perusahaan berjalan baik. Jika tetap dari orang luar Bogor, saya yakin masyarakat bakal berang,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Bogor Raya Institut Ade Hidayat menerangkan, ketika tiga nama telah di tangan Walikota Bima Arya, maka Bima Arya harus benar-benar bijak dalam memilih calon direktur PDJT. Jangan sampai karena kepentingan politik Bima Arya sewenang-wenang memilih direkturnya. “Masyarakat Bogor terus memantau pemilihan ini, jangan sampai pemilihan direktur PDJT ini disisipkan kepentingan politik,” katanya.
Ade juga menambahkan, pihaknya tak segan-segan akan menuntut walikota jika ia melakukan kesalahan dalam mengambil kebijakan pemilihan direktur PDJT.(mam/b/ram/wan)

“Ya kita akan melakukan tindakan tegas kepada walikota jika walikota melakukan tindakan sewenang-wenang,” pungkasnya.

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY