News, Sport and Lifestyle

PNS Dilarang Kasih Amplop Undangan Lebih dari Rp1 Juta

METROPOLITAN.ID – Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal mengawasi ketat tindak tanduk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di pemerintah daerah setempat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberantasan korupsi di kota tersebut.Bahkan PNS dilarang memberikan amplop untuk kondangan melebihi nilai Rp1 juta. Regulasi yang mengatur tentang larangan itu terdapat dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengadilan Gratifikasi dan Keputusan Walikota tentang Pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).“Ini sebagai bentuk komitmen Pemkot Tangsel dalam pemberantasan korupsi. Dalam Perwal tersebut, tidak boleh menerima gratifikasi apa pun baik barang dan materi. Bila menerima dianggap korupsi,” kata Sekretaris Inspektorat Kota Tangsel Achmad Zubair.Zubair mengatakan, ada dua jenis gratifikasi, yakni suap dan bukan suap. Untuk suap mengenai pelayanan masyarakat, pemeriksaan dan bentuk terima kasih sebelum dan sesudah dalam pengadaan barang dan jasa. Contohnya, pimpinan daerah mengawinkan anaknya, kepala dinas memberikan amplop maksimal Rp1 juta.“Kalau melebihi Rp1 juta harus dilaporkan ke UPG. Hukumnya wajib. Kalau tidak dilaporkan, ada temuan, bisa dijadikan alat bukti. Kalau dilaporkan, tidak akan menjadi temuan,” ujarnya. Kedua, sambung Achmad, gratifikasi bukan suap meliputi perjalanan dinas, makan dinas dan honor. “Intinya gratifikasi berkaitan jabatan, tidak boleh sama sekali. UPG ada untuk melatih kejujuran aparatur Pemerintah Kota Tangsel,” tegasnya.Zubair menambahkan, ada beberapa SKPD yang masuk dalam UPG, antara lain Setda Pemkot bagian hukum, Inspek­torat dan Badan Kepegawaian, Pedidikan dan Pelatihan (BKPP). Anggotanya ada 17 petugas. Dengan pembina Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. “Pusat UPG ada di Inspektorat Tangsel. Setiap bulan, UPG akan melaporkan hasil gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ungkapnya. (ded/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *