SHARE

METROPOLITAN.ID | MEDAN – Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, menggerebek gudang pengoplos tabung gas bersubsidi di Jalan Rengas No 12A Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah. Ratusan tabung gas oplosan dari berbagai ukuran diboyong ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Mapolda Sumut, Rabu (6/1). Dari penggerebekan, petugas mengamankan ratusan tabung gas ukuran 12 kilogram, ada yang berisi dan ada yang kosong. Selain itu petugas amankan ratusan tabung gas bersubsidi ukuran 3 kilogram beserta alat-alat yang digunakan untuk melakukan pengoplosan. “Barang bukti yang diamanakan ada 260 tabung gas ukuran 3 kilogram bersubsidi berisi gas, 150 tabung ukuran 3 kilogram keadaan kosong, 80 tabung gas ukuran 12 kilogram keadaan kosong, 30 tabung ukuran 12 kilogram berisi gas, 60 tutup segel tabung gas ukuran 12 kilogram warna biru, 30 tutup segel tabung gas ukuran 3 kilogram warna merah, 10 buah selang regulator, 1 unit mobil pick-up bernopol BK 9892 BY, 1 bon faktur, 1 timbangan, 1 kawat alat congkel tutup tabung, 1 obeng dan 1 tang,” beber Dirkrimsus, Kombes Pol Ahmad Haydar. Ahmad Haydar mengatakan, telah dilakukan penindakan terhadap kegiatan pemindahan isi gas tabung ukuran 3 kilogram bersubsidi ke tabung gas ukuran 12 kilogram di tempat kejadian perkara (TKP) Jalan Rengas, Kelurahan Sekip. Tak hanya gas, seorang pria berinisial IB selaku pengusaha juga turut diamankan.
‎“Pengusahanya berinisial IB sudah menjalankan bisnis gas oplosan selama setahun. Dalam sebulan pengusaha mendapatkan keuntungan Rp12 juta per bulan,” kata Haydar. Haydar juga mengaku, telah amankan lima orang pekerja dari TKP. Namun sejauh ini kelimanya masih diperiksa sebagai saksi. Sambung Haydar, praktek gas oplosan yang dilakukan pengusaha dan para pekerjanya bersifat o‎n-off. Artinya, si pengusaha beroperasi secara momentum, ketika anggota petugas kepolisian sedang tidak fokus. “Si pengusaha ini beroperasi ketika kita enggak fokus (lihat momen). Jadi sifatnya mereka memilih waktu tertentu untuk beroperasi. Apalagi jika banyak temuan gas oplosan oleh pihak terkait dan polisi,” jelas Haydar. Subdit I/Indag AKBP Ikhwan imbau kepada warga untuk membeli gas di dealer resmi. Ihwan bilang, bagi warga yang membeli di dealer tak resmi dipastikan isi gas tak sesuai. “Ukuran 3 kilogram pasti isinya tidak sampai 3 kilogram. Begitu juga 12 kilogram dan 50 kilogram,” ungkap Ikhwan. Kepada para pelaku pengusaha pengoplos dipersangkakan Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat 1 dan Undang Undang RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Peraturan Menteri Perdagangan RI No 20/M-Dag/Per/5/2009/ tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang.(wspd)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY