Polisi Cari Celana Jessica Teman Mirna

by -3 views

METROPOLITAN.ID – Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27). Polisi yang menemui titik terang itu kini mencari celana Jessica Kumala Wongso (27), teman korban yang berada di lokasi kejadian.
“Ada titik terang yang coba dikorek dari potongan celana yang sudah dibuang itu. Sebenarnya sejak seminggu lalu kami sudah geledah, ada keterangan dari saksi mengatakan yang bersangkutan minta buang celana, kita cari ke tempat sampah,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, kemarin.
Namun, pencarian belum membuahkan hasil. Dicari ke tempat sampah sampai ke tempat pembuangan sampah pusat hasilnya nihil. ”Nggak ketemu kita cari hingga ke pool sampah nggak ketemu,” imbuhnya.
Saat menanyakan ke Jessica alasannya celananya robek. “Ya nggak apa-apa kita nggak masalah namanya juga cari sesuatu kan apa saja,” katanya.
Sementara itu, kemarin Jessica kembali menjalani pemeriksaan terkait kematian Mirna. Sekitar pukul 19:30 WIB, Jessica keluar dari ruangan penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Namun tidak banyak pertanyaan yang mau dijawab Jessica. Termasuk pertanyaan wartawan soal alasan mengapa Jessica membuang celana yang dipakainya saat pertemuan dengan Mirna dan Hani di Kafe Olivier usai kematian Mirna. ”Oh saya tidak bisa komen itu. Kalau polisi tidak tanya, saya tidak bisa jawab,” kata Jessica di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.
Jessica menjalani pemeriksaan sejak pukul 13:05 WIB dan keluar dari ruangan penyidik sekitar pukul 19:30 WIB ditemani dua pengacaranya, Yudi Wibowo Sukinto dan Andi Joesoef.
Jessica mengaku tidak ada pertanyaan baru yang diajukan penyidik kepadanya. Pertanyaan penyidik, masih seputar kronologi kejadian pada saat pertemuan di kafe hingga akhirnya Mirna tewas usai menyeruput kopi sianida.
”Saya cuma menyempurnakan BAP yang kemarin saja. Tidak ada pertanyaan baru, cuma ditanya yang lebih detil saja,” kata Jessica sambil tersenyum. ”Seperti yang di BAP saja, soal kronologinya,” tambahnya.
Jessica membantah tegas ada keterkaitannya dengan kematian Mirna yang diduga diracun sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Jessica pun mengungkap kesedihannya atas kepergian temannya itu.
”Tidak ada hubungannya (dengan kematian Mirna). Saya sedih saja teman saya meninggal,” kata Jessica.
Menurut Jessica, dirinya mendukung polisi untuk mengungkap siapa di balik kematian Mirna. ”Saya membantu polisi. Polisi lagi bekerja keras untuk menetapkan siapa gitu yang di balik ini semua. Saya juga maunya kayak begitu, yang terbaiknya saja,” jelasnya.
Jessica menjalani pemeriksaan selama 6 jam di ruang penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pemeriksaannya sebagai saksi, menurutnya, masih seputar kronologi pada pertemuannya dengan Mirna di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Tidak tampak beban di raut wajah Jessica usai menjalani pemeriksaan tersebut. Jessica justru banyak menebar senyuman kepada wartawan yang menjejalinya dengan sejumlah pertanyaan.
Seperti diketahui, polisi melakukan rekonstruksi terkait tewasnya Mirna (27) karena sianida. Polisi mendapat titik terang saat melakukan rekonstruksi di Kafe Olivier Grand Indonesia pada Selasa (19/1) malam. ”Dari GI ada hasil yang signifikan,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.
Menurut dia, penyidik menghadirkan lagi saksi-saksi dan dicari persesuaian antara keterangan satu dan yang lain, nanti akan tambah lagi. ”Saksi yang lain nanti kita analisa, kita coba kembangkan namun progresnya dari pemeriksaan kami menunggu beberapa alat bukti,” jelansya.
Polisi memastikan ada dua saksi yang mencicipi kopi milik Mirna. Setelah mencicipi kopi itu, dua orang itu memastikan ada yang berbeda dari rasa kopi. Belakangan hasil Puslabfor kopi mengandung sianida.
”Ada orang kafe yang nyicip, satu laki dan perempuan. Nyicip tidak dimasukkan ke dalam tubuh, dia bilang seperti lidahnya kebakar,” kata Krishna.
Menurut Krishna, keterangan dua orang tersebut signifikan untuk perkembangan penyidikan. ”Kami dapat keterangan yang nyicip dua jadi itu dia sudah merasakan rasanya, yang nyicip dua orang itu signifikan,” ujarnya. (de/er/wan)