SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Usai mendapatkan hasil autopsi korban Allya Siska Nadya (33), penyidik langsung melakukan gelar perkara untuk mengkonstruksi arah penyelidikan kasus terkait meninggalnya korban.”Dengan hasil autopsi yang sekarang, penyidik malam ini akan melakukan gelar perkara terhadap kasus kematian AS (Allya). Melalui gelar perkara ini kami bangun konstruksi hukum terhadap praktik chiropractic maupun dokter yang menangani,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/1).Dikatakan Krishna, autopsi yang dilakukan terhadap korban merupakan permintaan penyidik.”Jadi kami meminta autopsi untuk mendapatkan keterangan. Dokter sudah mendapat hasil, akan kami korelasikan dengan keterangan sebelumnya yang kami dapat. Antara lain kami sudah dapat keterangan ketika yang bersangkutan wafat, itu ada penjelasan rinci dari dokter RSPI. Nanti dalam gelar perkara akan kanu sinkronkan, apakah sinkron dari rumah sakit yang merawat dengan hasil autopsi,” ungkapnya.Sebelumnya diketahui, tim forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya telah rampung melakukan autopsi terhadap Allya. Hasilnya, ditemukan pendarahan di tulang leher korban sehingga diduga merangsang saraf baroreseptor yang menyebabkan terjadinya hipotensi.Menyoal apa penyebab pendaharan di tulang leher korban, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak menyampaikan, tidak bisa menjelaskan penyebabnya.”Jadi saya jelaskan kami dari tim medis tidak bisa sampaikan penyebab dari pendarahan itu, karena tidak saat itu diperiksa. Yang jelas dalam hasil pelaksanaan autopsi itu terdapat resapan darah yang merupakan pendarahan, dan titik pendarahan barang kali pas atas tindakan atau perlakuan pada chiropractic itu, jadi agak relevan. Kecuali kalau pendarahan di kaki baru tidak ada hubungannya,” katanya(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY