SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Polres Metro Jakarta Timur hingga saat ini masih memburu pelaku pengroyokan dan pembacokan pada anggota Polsek Senen di kawasan Berlan, Jalan Slamet Riyadi IV, Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, yang terjadi pada Senin (18/1) lalu. Polisi yang semula akan melakukan pra rekonstruksi di lokasi kejadian batal karena masih melakukan pencarian pada para pelaku.Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Husaimah mengatakan, hingga saat ini telah ada sembilan orang saksi yang diperiksa. “Pra rekonstruksi tidak jadi karena polisi sekarang masih memburu pelaku lainnya. Sementara saat ini masih ada sembilan orang yang diperiksa di Polres Metro Jakarta Timur,” kata Husaimah, Rabu (20/1).Dari sembilan orang tersebut, ada satu orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka yakni AM (27) karena memprovokasi massa untuk mengeroyok polisi yang menggerebek rumah pengedar narkoba tersebut.Husaimah menuturkan, AM berteriak ketika anggota Polsek Senen yang terdiri dari Iptu Hariadi Prabowo, almarhum Bripka Taufik, Brigadir Widayat, dan Brigadir Patrick menggerebek rumah. Selain itu ada lima informan yang turut serta dalam penggerebekan tersebut.”Ini awalnya dari pengembangan kasus di Polsek Senen. Jadi polisi menangkap seorang tersangka yang membeli narkoba dari Y, makanya mereka mencari ke rumah Y itu,” jelasnya.Sampai di rumah petak itulah, polisi mendapati sudah ada tiga pria di lantai bawah, dan dua pria di lantai atas. Mendadak, dua pria di lantai atas lari dengan cara melompat. Brigadir Widayat yang melihat aksi itu kemudian mengejar dan menangkap dua pelaku tersebut.Begitu kembali ke rumah Y, sudah banyak warga bawa sajam dan bambu. Tiba-tiba AM yang merupakan anak dari Y langsung teriak dan provokasi massa untuk menyerang anggota,” tuturnya.Posisi Bripka Taufik dan informan, bernama Japri, yang ada di dalam rumah pun terjebak. Mereka akhirnya menyelamatkan diri dengan menceburkan diri. Sedangkan Iptu Hariadi yang berjaga di depan rumah terkena luka bacok. Sementara itu Brigadir Wahyu, Brigadir Patrick, dan informan lainnya langsung berusaha menyelamatkan diri.Baru pada Selasa (19/1) jasad Bripka Taufik ditemukan di Kanal Banjir Barat, Dipo Stasiun Tanah Abang, sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian jasad informan, Japri ditemukan Rabu (20/1) dini hari di Kanal Banjir Barat, Jati Pulo, Tanah Abang.Dia menyebutkan, AM terancam dikenai pasal 160 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman enam tahun penjara. “Pelaku pengeroyokan ada sekitar 12 orang. Mereka berasal dari kawasan Berlan tak jauh dari lokasi kejadian,” ucapnya.(beritasatu.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY