News, Sport and Lifestyle

Polisi Pastikan Pelaku di Balik Teror Thamrin Ada Empat Orang

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Polisi memastikan hanya ada empat pelaku di balik kasus teror di Starbucks dan Pos Polisi Lalu Lintas, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) kemarin. Keempatnya, dalam kondisi meninggal dunia.”Tidak ada pelaku lain yang berada di lokasi teror Thamrin. Kita sudah melakukan penyelidikan, penyidikan, pengecekan, dan terbantahkan adanya pelaku lain. Pelaku hanya empat orang,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, Senin (18/1).Iqbal menjelaskan, berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, kronologi peristiwa teror dimulai sekitar pukul 10.40 WIB. Saat itu, Ahmad Muhazin melakukan bom bunuh diri di dalam Starbucks Cafe.”20 detik kemudian, terjadi lagi ledakan di Pos Lantas di depan Sarinah (Pelaku Dian Joni Kurniadi -bom bunuh diri-),” ungkapnya.Ia menuturkan, 1 sampai 5 menit setelah ledakan terlihat dalam kamera pengawas petugas langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan proses pengaturan lalu lintas.”Langsung melakukan pengaturan lalu lintas, walau pun petugas kami belum mengetahui ada aksi teror. Yang jelas ada ledakan. Dengan cara bertindak kepolisian, beberapa polisi lalu lintas melakukan proses pengamanan dan pelayanan, agar masyarakat tidak terlalu mendekat ke lokasi. Namun, di beberapa titik tetap dipenuhi masyarakat. Ini tidak bisa dihindari, dan harus menjadi pelajaran bagi kita semua ke depan agar tidak mendekat ke lokasi,” ungkapnya.Selanjutnya, tambah Iqbal, terjadi penembakan oleh dua orang pelaku bernama Muhammad Ali dan Afif alias Sunakin, mengarah langsung kepada polisi lalu lintas Aiptu Dodi Maryadi, Aiptu Budi Rachmat, Aiptu Suhadi, Brigadir Suminto, satu Provost Polres Jakarta Pusat Aiptu Budiyono, dan Rais (warga sipil).”Anggota kami (Polda Metro Jaya) kemudian berdatangan setelah terjadi penembakan. SOP yang ada, kalau terjadi ledakan memang anggota harus datang secepat mungkin ke lokasi untuk pengecekan. Jadi 5 sampai 10 menit petugas sudah ada di lokasi,” katanya.Iqbal menjelaskan, setelah melakukan penembakan Ali dan Afif menuju ke area parkir di depan Starbucks. Sejurus kemudian, terjadi tembak menembak antara polisi dan kedua pelaku. Polisi menyerang pelaku dari dua penjuru (samping dan seberang jalan).”Jadi ada dua penjuru yang menyerang kedua pelaku. Kami lihat pelaku sangat terdesak, sempat tidak bisa bangun,” jelasnya.Ketika itu, pelaku ingin membalas dengan melemparkan alat peledak rakitan pakai sumbu. Dua kali dilempar, salah satunya meledak di bawah mobil Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Pol Martuani Sormin dan satunya meledak dekat kedua pelaku.”Tembak menembak itu berlangsung sekitar 10 menit, kami berhasil melakukan pelumpuhan. Ada ledakan, dan saya tegaskan itu bukan ledakan bunuh diri, ledakan itu berasal dari granat rakitan yang akan dilempar tetapi belum sempat dilempar sudah meledak. Jadi setelah kami cek, ada beberapa peluru kena pelaku. Dua pelaku berhasil dilumpuhkan 10 menit setelah tembak-menembak,” ucapnya.Setelah melumpuhkan dua pelaku itu, katanya, anggota dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian melakukan penyisiran dan evakuasi di sekitar lokasi.4 jam itu, proses awal sampai proses evakuasi dan penyisiran dipimpin bapak Kapolda Metro Jaya, sampai dengan proses secara normal arus lalu lintas,” tandasnya.(beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *