SHARE

METROPOLITAN.ID – Aksi kekerasan aparat kepolisian terhadap mahasiswa terjadi lagi. Kali ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pamulang yang menjadi korbannya. Setidaknya ada 5 korban luka-luka, diantaranya Judistia, Bambang, Miftah, Adit, dan Handy.

Peristiwa tersebut terjadi saat puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan kantor Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Tangerang Selatan, Rabu (19/01)

Untitled-8Lantaran tuntutan mereka untuk audiensi dengan pihak Dispen tidak dipenuhi, lantas mereka melakukan aksi teatrikal dengan membakar boneka pocong. Sayangnya, belum sempat menyalakan api, pihak kepolisian justru langsung mengeroyok mahasiswa secara membabi-buta.

Jupri Nugroho Selaku Ketua Umum HMI Komisariat Pamulang menuturkan, “Kami tak tahu apa alasan polisi melakukan hal demikian. Pokoknya, setelah kami melihat ada seorang kepala polisi memberi intruksi, sontak seluruh aparat yang berjumlah puluhan itu memukuli kami. Padahal kami datang dengan mengantongi surat izin loh” ujarnya.

“Aksi ini kami gelar lantaran terjadinya Pungli di beberapa SD Pamulang. Misalnya, ada penjualan LKS seharga 75 ribu kepada 600 Walimurid di SDN 04 Pamulang. Padahal, seharusnya beban LKS merupakan tanggung jawab Dispen” Pungkasnya.

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY