SHARE

METROPOLITAN.ID | Denpasar – Polisi telah menyita barang bukti sebuah catatan 20 anak-anak yang diduga menjadi korban paedofilia seorang pria warga negara Australia berinisial RA. Tersangka hingga Rabu (12/1) masih ditahan karena kasus dugaan paedofilia atau pelecehan seksual pada anak-anak, yang rata-rata berusia 10 tahun.“Petugas kami menangkap RA di wilayah Selamadeg Tabanan atas informasi dari masyarakat. Dari pemeriksaan awal dan hasil visum terhadap saksi korban diperoleh bukti-bukti permulaan adanya dugaan kuat pelecehan seksual,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali, Komisaris Besar (Kombes) Hery Wiyanto, dalam keterangannya di markas Polda Bali, Denpasar, Selasa (13/1).Menurutnya, dalam penggerebekan di Selamadeg, polisi mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya beberapa tas, sepeda motor (yang diduga dipakai pelaku untuk melakukan aksinya) dan catatan berisi nama sekitar 20 anak-anak yang mungkin menjadi target RA berikutnya.”Ada disita catatan berisi nama-nama. Tapi masih kita dalami apakah itu nama korban atau yang lain,” ucap Hery seraya berharap dari alat bukti yang berhasil diamankan anggotanya akan dapat terungkap korban lainnya.Lebih jauh ia mengatakan sejauh ini kepolisian telah memeriksa lima orang saksi, empat diantaranya merupakan korban RA. Tersangka kini mendekam di ruang tahanan Polda Bali. Ia dijerat dengan pasal 76 E juncto pasal 80 Undang-Undang 35 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” tegasnya.Berdasarkan surat Kepolisian Federal Australia (AFP) kepada Polda Bali pada 27 Juli 2010, RA diminta untuk mendapat atensi. Menurut surat AFP itu, kecurigaan bahwa RA melakukan kegiatan paedofilia di Bali berangkat dari laporan seseorang berinisial CS yang tinggal di pemondokan yang sama dengan RA di Gang Banasari, Kuta, pada tahun 2010 lalu.Disebutkan, selama beberapa hari tinggal di pemondokan yang sama dengan RA, CS setiap hari menjumpai RA membawa masuk ke kamarnya dua bocah perempuan berusia antara 10 tahun sampai 13 tahun. Diyakini bahwa RA melakukan hubungan seks dengan dua bocah itu, yang ditandai dari suara gadung yang didengar CS dari kamar yang disewa RA. Kebetulan kamar CS dan RA berdempetan.Namun, ketika saat itu laporan dari AFP ditindaklanjuti oleh Polda Bali, ternyata tidak ditemukan cukup bukti untuk menjerat RA. Polda kini juga masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan sebuah penginapan di Bali yang disebut-sebut atas nama RA.(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY