News, Sport and Lifestyle

Premium di Sukabumi Langka

METROPOLITAN.ID | SUKABUMI — Pascaditurunkannya harga bahan bakar minyak pada 5 Januari lalu, BBM jenis premium di Sukabumi, Jawa Barat menjadi langka dan sulit ditemukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Memang benar sudah hampir sepekan premium di Sukabumi langka yang disebabkan adanya permasalahan dalam distribusi dari Depo Pertamina Plumpang, Jakarta,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, Yudha Sukmagara, di Sukabumi, Senin (11/1). Menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Depo Pertamina, Padalarang Bandung. Namun, karena adanya peningkatan permintaan sehingga SPBU di Sukabumi harus menunggu kiriman, tapi karena banyaknya permintaan Depo Padalarang harus mengatur ulang pengiriman. Belum diketahui hingga kapan kelangkaan premium ini akan terjadi, tapi pihaknya terus berupaya dan berkoordinasi dengan PT Pertamina agar pasokan BBM khususnya jenis premium kembali lancar sehingga konsumen tidak lagi kesulitan mencari BBM yang masih disubsidi oleh pemerintah tersebut. “Hampir di seluruh SPBU, premium sulit ditemukan dan tidak hanya di wilayah Kota Sukabumi, bahkan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi premium sulit ditemukan. Walaupun ada, itu pun sisa persediaan dan jumlahnya pun tidak banyak,” tambah Yudha. Ia mengatakan, untuk BBM lainnya seperti pertalite, solar dan pertamax pasokannya tetap lancar. Karena kekosongan pasokan BBM jenis premium, maka permintaan pertmax dan pertalite meningkat hingga 100 persen lebih, akibat pemilik kendaraan terpaksa menggunakan kedua jenis BBM ini untuk menghidupkan mesin kendaraannya. Sementara, Riga warga Kecamatan Surade Kabupaten, Sukabumi mengatakan sudah beberapa hari ini ia kesulitan mencari premium dan jika pun ada sudah habis karena diborong oleh para pengecer BBM. Untuk alternatifnya ia harus menggunakan BBM jenis pertalite atau pertamax.(rep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *