News, Sport and Lifestyle

Presiden: Lingkup Rencana Pembangunan Harus Luas

METROPOLITAN.ID | Jakarta –  Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah harus mulai membuat rencana pembangunan dengan lingkup yang lebih luas sehingga capaian program bisa berkesinambungan.

“Saya setuju, pembangunan jangka menengah harus berbasis rencana besar kita, cita-cita dan mimpi kita harus mulai kita pikirkan secara serius,” kata Presiden saat memberikan sambutan dalam pembukaan rapat kerja nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, dengan penyusunan pola pembangunan semacam itu maka tujuan dan capaian pembangunan menjadi jelas.

“Negara ini harus memiliki haluan ke mana negara ini akan dibawa, sebab itu pembangunan nasional semesta berencana menjadi pekerjaan rumah kita dalam mengarungi pembangunan ke depan agar arah menjadi jelas,” kata Kepala Negara.

Presiden mengapresiasi pemikiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mendorong disusunnya kembali rencana pembangunan nasional semesta bagi Indonesia.

Sikap Berani

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi menegaskan sikap berani menghadapi risiko apa pun dengan menegakkan negara Indonesia yang berdaulat dan berdikari.

“Banyak yang menyampaikan Presiden Jokowi itu tidak tegas, tidak berani, tidak pemberani. Mana ada tidak tegas, tidak berani, menenggelamkan kapal sampai 107 kapal,” kata Jokowi disambut tepuk tangan meriah.

Jokowi kemudian menegaskan sikapnya memerangi narkoba.  Juga keberaniannya memberantas mafia minyak.

“Yang kedua masalah narkoba. Ada yang bilang (saya) tidak tegas, ada yang bilang tidak berani, tetapi fakta setahun sudah dihukum mati 14 orang. Ada yang bilang (saya) tidak tegas, ada yang bilang tidak berani, tetapi tahun kemarin sudah dibekukan yang namanya Petral,” tegas Jokowi.

“Kalau tidak diperintah mana menterinya berani,” kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Jokowi menegaskan dirinya menghadapi segala risiko, asalnya dia melakukan hal yang menurutnya benar.

“Memang kita ingin berdaulatan, kita ingin berdikari, ingin berkepribadian. Kalau itu saya anggap benar dan menurut saya adalah benar tidak ada yang namanya tidak berani, pasti akan saya lakukan, pasti akan saya lakukan apa pun dengan risiko apa pun,” pungkasnya.(Ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *