News, Sport and Lifestyle

Pria Bertopeng dalam Video NI Diduga Warga Inggris

METROPOLITAN.ID | London – Media BBC melaporkan, Selasa (5/1), bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, identitas seorang pria berbahasa Inggris yang ditampilkan dalam video kelompok Negara Islam (NI) adalah warga Inggris bernama Siddhartha Dhar.BBC menyebutkan, Dhar yang sebelumnya menganut agama Hindu menjalankan bisnis menyewakan istana balon di timur laut London, sampai kemudian memutuskan masuk Islam dan menjadi radikal.Menurut sumber resmi yang dikutip BBC, Dhar adalah tersangka utama, meskipun badan intelijen Inggris belum pernah menyebutkan catatan dari hasil penyelidikan mereka.NI merilis sebuah video, Senin (4/1), yang menampilkan pejuang NI dengan memakai topeng sambil membawa pistol dan berbicara dalam bahasa Inggris. Dalam rekaman video, pria itu mengatakan telah melakukan pembunuhan terhadap 5 mata-mata yang bekerja dengan koalisi internasional melawan NI di Irak dan Suriah.Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron menyebutkan perilisan video tersebut merupakan langkah putus asa yang dibuat sebagai pengalihan atas kerugian yang diderita NI.Pada November, militer AS memastikan bahwa serangan pesawat tak berawak di Suriah telah membunuh Mohammed Emwazi, seorang pejuang NI dari London yang dikenal sebagai “Jihad John” yang tampil dalam serangkaian video eksekusi.Media Inggris lainnya mengutip keterangan dari ibu dan saudara perempuan, Dhar (32 tahun), yang dilaporkan merupakan anggota kelompok terlarang ALM, yang mengatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan apakah pria bertopeng itu adalah Dhar.“Saya tidak tahu, saya tidak yakin dengan suaranya. Ini adalah pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab. Saya tidak dapat mengatakan,” ucap Ibu Dhar, Sobita kepada Daily Telegraph.Video NI Juga menampilkan seorang bocah lelaki berusia 4 tahun yang berhasil diidentifikasi oleh kakeknya sebagai putra dari anak perempuannya yang pergi ke Suriah, di 2012.Sementara itu, jet tempur Inggris bergabung dengan koalisi pengebom pimpinan AS yang menargetkan kelompok NI di Suriah setelah parlemen mendukung langkah itu pada Desember. Inggris sendiri sudah terlibat dalam penyerangan NI di Irak.(BERSAT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *