SHARE

METROPOLITAN.ID | CIOMAS – Kondisi perlambatan ekonomi berdampak pada menurunnya omzet sejumlah perajin sepatu di Sentra Industri sepatu dan sandal di Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Deny Ilham (62 tahun), salah satu perajin sepatu mengatakan, omzetnya menurun hingga 40 persen akibat perlambatan ekonomi. Hal itu disebabkan kenaikan harga bahan baku yang diimpor dari Cina. Pendapatan yang ia kantongi kini hanya berbeda tipis dengan modal yang ia keluarkan. Terlebih, dalam sebulan ia harus memproduksi sekitar 6.000 hingga 20.000 pasang sepatu pria.
” Untuk Harga ke pemesan tidak bisa naik, sementara bahan baku kain pelapis naik tiga ribu per lembar, belum lem dan lain-lain,” kata Deny kepada Metropolitan, kemarin .
Sementara itu, pemilik usaha produksi alas kaki untuk wanita juga mengeluhkan hal sama. Pepen Supendi (38) menuturkan, omzetnya turun sepuluh persen beberapa bulan belakangan.
“Kenaikan harga bahan baku sekitar 15 persen, sementara kepada pemesan kami hanya bisa menaikkan harga sebesar lima persen,” tuturnya Ia menjelaskan, dalam sehari hanya bisa mengirim hingga 600 pasang sepatu jenis anak-anak, Kondisi sepi saat perlambatan ekonomi, hanya memungkinkan ia mengirim 200 pasang sepatu per hari. Pepen berharap pemerintah bisa melakukan sesuatu untuk mengatasi hal itu. Misalnya, meningkatkan daya saing dan inovasi para perajin lokal.(ads/b/yok)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY