SHARE

METROPOLITAN.ID | Proyek pembangunan dermaga pelabuhan regional di Pantai Karang Pamulang, Pelabuhan Ratu, Sukabumi menuai protes dari sejumlah kalangan. Rencana pembangunannya belum jelas namun proyek sudah dimulai dengan pengedukan pasir pantai. “Menurut saya serampangan, konsepnya belum jelas dan terungkap seperti apa,” kata Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran, Erri Megantara, Senin, 11 Januari 2016. Awal Januari lalu, Erri hadir dalam rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam di Gedung BPPT Jakarta. Pesertanya instansi terkait, organisasi, dan perwakilan masyarakat. “Agendanya membahas masalah dan protes warga tentang pembangunan dermaga,” ujar Erri. Pada rapat itu terungkap, misalnya, urgensi pembangunan dermaga pelabuhan regional yang belum jelas. Konon untuk tempat bersandar kapal-kapal pesiar dan wisata ke Pelabuhan Ratu yang disebut banyak singgah dan terpaksa ke pelabuhan ikan nelayan. “Tapi berapa banyak kapal itu tak bisa disebut rinci jumlahnya, kenapa lokasi dermaga di sana juga tidak terungkap,” kata dia. Bentuk dermaga yang akan dibangun berupa semi tertutup atau seperti huruf U. Peruntukannya untuk orang atau pariwisata. Pantai Karang Pamulang, kata Erri, kini telah dikeruk dan ditimbun tanah untuk pembangunan kantor. “Hasil rapat, desain dermaga diminta untuk diubah dalam waktu dua bulan, setelah itu baru akan diputuskan lanjut atau tidak,” ujar Erri. Idealnya, menurut guru besar dari Jurusan Biologi Unpad itu, proyek dihentikan sementara. Menurut Erri, proyek tersebut ditangani pemerintah provinsi Jawa Barat. Pada saat rapat di kantor kementerian tersebut, diantaranya hadir utusan dari Dinas Perhubungan serta Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat. Kedua kepala instansi tersebut tak menanggapi permintaan wawancara lewat pesan pendek sampai berita ini dikirimkan. Lokasi proyek dermaga tersebut bersebelahan dengan Hotel Bunga Ayu. Pemilik dan pengelolanya, Erlan Effendy mengatakan, sampai sekarang proyek dermaga masih berjalan. “Dimulainya sejak pertengahan November 2015,” ujarnya. Warga lain yang menolak juga membuat petisi dukungan selain melakukan aksi unjuk rasa agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyelamatkan Pantai Karang Pamulang. Alasannya lokasi itu merupakan tempat wisata dan arena berselancar.(mtr)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY