SHARE

METROPOLITAN.ID | RUMPIN – Baru tiga bulan dibangun, sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di Kampung Leuwibatu, RT 1/01, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, ambrol, padahal proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat itu mencapai Rp1 miliar. Sayangnya, jumlah itu tak sebanding dengan kualitas bangunan.
Kepala Seksi Pembangunan Badri Efendi, membenarkan jika proyek pembangunan MCK di wilayahnya bermasalah, bahkan pembangunan itu sudah ditinggalkan pemborong sejak tiga bulan lalu. “Kami sudah laporkan hal ini ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Provinsi agar dicek langsung ke lokasi, karena sampai saat ini belum ada perbaikan,“ terangnya.
Dia menuding, ambrolnya dinding bangunan MCK karena pengerjaannya yang asal-asalan. Menurutnya, itu disebabkan kualitas bahan dan buruknya pengerjaan dari pemborong proyek. Tak hanya dindingnya yang ambrol, jaringan pipa yang saling terhubung juga banyak yang hancur.
“Ini jelas akibat pengerjaan proyek yang asal-asalan,“ cetus Badri. Kepala Desa Leuwibatu Sidik mengatakan, adanya dua titik pembangunan saluran sanitasi sebenarnya sangat diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan warganya. (sir/feb/run)

“Saluran ini masih dalam pembangunan, bahkan baru berjalan sekitar 75 persen,” ujar dia.
Terpisah, salah seorang staf DKP Provinsi Jawa Barat Muji mengaku, baru mengetahui jika pengerjaan MCK itu bermasalah. “Saya baru tahu mas, tapi kami akan segera cek ke lokasi. Soal sumber anggaran memang dari provinsi Jabar,“ jawab Muji melalui telpon seulernya.

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY