SHARE

METROPOLITAN.ID | RUMPIN – Proyek pembangunan sanitasi warga yang dibiayai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat sebesar Rp1 miliar lebih, di Kampung Leuwibatu, RT 1/1, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kondisinya rusak.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasiekbang) Kecamatan Rumpin Badri Efendi menjelaskan, pembangunan ini merupakan bagian dari pengadaan sarana air bersih untuk masyarakat desa yang diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Satu titik lainnya adalah jaringan pipanisasi air bersih di RT 03/04, Desa Leuwibatu.
“Pembangunan sarana air bersih ini sudah ditinggalkan pemborong tiga bulan yang lalu. Kami sudah laporkan hal ini ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Provinsi agar dicek langsung ke lokasi, karena sampai saat ini belum ada perbaikan,” jelasnya.
Menurutnya, ambrolnya dinding bangunan MCK tersebut bukan disebabkan faktor cuaca atau alam, tapi jelas karena faktor rendahnya kualitas bahan dan kualitas pekerjaan dari pemborong proyek.
“Begitupun titik jaringan pipanisasi, saat ini kondisi pipanya sudah pada hancur. Ini jelas akibat pengerjaan proyek yang asal-asalan,” tandasnya. (pb/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY