SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Setelah ditutupnya pendaftaran calon direksi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) pada Sabtu (16\1), akhirnya terkumpul lima orang yang berminat menjadi bos dalam mengoperasikan bus TransPakuan. Mereka yang telah mendaftar di antaranya Dony Suherman, Tri Handoyo Subiyatmoko, Erwin Dolok Saribu, Krisna Kuncahyo dan Boy Koesnan Kusumabrata yang mendaftarkan dirinya di hari terakhir pendaftaran. Selanjutnya, Panitia Seleksi (Pansel) akan melakukan seleksi administrasi berkas para calon direksi dan hasilnya akan disampaikan pada Rabu (20/1) mendatang.
Sekretaris Pansel direksi PDJT Dwi Roman Pujo mengatakan, setelah penutupan pendaftaran pihaknya akan melakukan verifikasi berkas kepada semua calon direktur PDJT. ”Verifikasi ini dilakukan untuk melihat syarat-syarat para peserta sudah sesuai atau belum. Jika ada yang tidak sesuai, pansel akan menggugurkan peserta tersebut,” ujarnya kepada Metropolitan.
Setelah melakukan verifikasi berkas, menurut Pujo, pihaknya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan serta beberapa ujian lainnya. Hal itu dilakukan untuk mengetahui potensi para calon direkur. Terlebih direktur yang terpilih nantinya akan memimpin PDJT seorang diri. Karena Pemerintah Kota Bogor telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang direktur tunggal. ”Maka dari itu para calon direktur ini harus orang yang berkualitas, apalagi setelah jadi direktur ia akan memimpin PDJT seorang diri,” terangnya.
Pria yang juga kepala BKPP Kota Bogor ini menjelaskan, setiap langkah-langkah yang diambil Pansel nantinya akan dilaporkan kepada Walikota Bima Arya. Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (T4P) Yayat Supriatna mengatakan, orang yang memimpin PDJT nantinya harus orang yang mengerti transportasi. Ini lantaran Pemkot Bogor telah memiliki program transportasi dan nantinya hal tersebut akan melibatkan armada TransPakuan.
Pengamat transportasi ini menjelaskan, jika PDJT kembali dipimpin orang yang tidak tepat, maka PDJT akan mengalami kebangkrutan kembali seperti yang dipimpin direksi sebelumnya. ”Maka dari itu seleksi ini harus benar-benar selektif agar bisa memilih orang berkualitas dan memahami PDJT,” kata dia.
Ia memaparkan, dengan penyertaan modal yang terbatas, direksi terpilih nantinya harus bisa menata keuangan dengan baik agar bisa mengefisiensikan anggaran yang ada. ”Memang pekerjaan rumah (PR) direksi yang baru cukup banyak, namun jika yang terpilih orang berkualitas pasti ia mampu melaksanakannya,” jelasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY