SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Bogor menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Kota Bogor, kemarin. Mereka menyampaikan kritikannya terhadap kinerja anggota DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dinilai buruk pada 2015 lalu.
Dalam aksinya kali ini, Ketua KAMMI Daerah Bogor Abdu Sallam juga mengkritisi kebijakan-kebijakan ayang diambil walikota Bogor yang dianggap lemah dalam melakukan perencanaan dalam penataan Kota Bogor. Sehingga Kota Bogor terlihat lebih sumpek. Sebab, kata Abdu, banyak bangunan yang berdiri tak dilengkapi perizinan. Hal tersebut pun menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi walikota Bogor dan dewan dalam menata Kota Bogor. “Dewan pun diduga lemah dalam menjalankan fungsi pengawasannya,” tegas Abdu.Aksi yang dilakukan KAMMI ini cukup menarik karena dilakukan ketika sidang paripurna masa sidang I dilaksanakan. Sehingga sidang paripurna pun sempat tertunda. Bahkan dalam aksi para demonstran pun menaiki mobil dinas yang terparkir di depan gedung DPRD. “Banyak catatan merah bagi Pemkot Bogor. Di antaranya hilangnya aset Pemkot Bogor Rp123 miliar yang tidak bisa dipertangungjawabkan,” papar Abdu.
Abdu Sallam pun mengatakan, di 2015 kemarin banyak pemborosan anggaran yang dilakukan ketua DPRD dan walikota Bogor dengan cara jalan-jalan ke luar negeri. Padahal, menurut Abdu, banyak kebutuhan di Kota Bogor yang dewan dan walikota belum bisa penuhi. “Ini kan konyol banyak masyarakat Kota Bogor yang sengsara, tetapi mereka malah enak-enakan jalan-jalan dengan alasan undangan kerja,” paparnya.
Terpisah, Koordinator Lapangan KAMMI Syafrudin Syaputra menjelaskan, demonstrasi yang dilakukan merupakan refleksi kinerja bagi Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor ketika 2015 lalu. Menurut dia, di 2016 ini Pemkot Bogor dan dewan harus bisa bekerja lebih baik lagi. “Jika memang Walikota Bogor Bima Arya ingin memperbaiki Kota Bogor, maka ia harus bekerja lebih baik, jangan seperti di 2015 kemarin,” katanya.
Ia juga menambahkan, dirinya tak segan-segan menggelar aksi kembali jika kinerja Pemkot Bogor masih belum maksimal. “Kita akan kembali aksi jika Pemkot Bogor kinerjanya masih buruk. Kita pun akan terus mengawal kinerjanya,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY