SHARE

METROPOLITAN.ID | CIAMPEA – Ratusan warga dari tiga RW di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, terkena dampak pencemaran udara dari aktivitas pembakaran kapur yang menggunakan bahan bakar ban bekas. Mereka pun banyak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Desa Benteng Faka Harika mengatakan, akibat pembakaran kapur ada tiga wilayah yang terkena dampak asap paling parah, di antaranya RW 01, 03 dan 06 di Kampung Gedongsawah dan Gedongtemi. “Mereka sering mengeluhkan asap akibat aktivitas pembakaran kapur,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia menjelaskan, aktivitas pembakaran kapur yang berada di Desa Ciampea sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, pencemaran baru dirasakan empat tahun terakhir sejak pengolah batu kapur mengganti bahan bakar.
“Kalau dulu menggunakan kayu atau serbuk gergaji, asapnya tidak separah sekarang. Tapi saat ini mereka sudah mengganti bahan bakar dengan ban mobil bekas. Nah, asapnya pekat dan bau,” keluhnya.
Menurut dia, saat ini aparatur desa bersama puskesmas setempat sedang mendata warga yang terpapar asap pembakaran kapur. “Yang mengeluhkan sakit pernapasan itu banyak. Jumlahnya masih kami data,” katanya.  Faka menuturkan, permasalahan ini sudah beberapa kali dibahas di Kantor Kecamatan Ciampea dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun, belum ada kelanjutannya dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor.(ads/b/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY