News, Sport and Lifestyle

Rekaman Percakapan Polisi: Jessica Mengatur Posisi Duduk Mirna

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Setelah mendapatkan hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) terkait pemeriksaan barang bukti dan ditemukan adanya zat sianida di dalam kopi yang menyebabkan tewasnya Wayan Mirna Salihin (28), polisi meningkatkan status pengusutan kasus itu dari penyelidikan menjadi penyidikan. Polisi sudah menemukan titik terang siapa yang manaruh zat sianida ke dalam minuman Mirna. Pembunuh Mirna terancam hukuman seumur hidup. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Kombes Pol M Iqbal, kepada SP, Selasa (19/1). “Kita sudah temukan titik terang siapa pelakunya,” katanya.ebagaimana diberitakan, Mirna tewas seusai menyeruput kopi di Kafe Olivier Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1).Sampai Selasa (19/1) petugas masih menelusuri siapa pelaku yang memasukkan racun sianida ke dalam gelas es kopi yang diminum Mirna. ”Yang pasti penyelidikan kasus ini semakin terkuak dengan ditemukannya zat sianida dalam kopi yang diminum korban,” katanya.Iqbal mengatakan, penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah warga sebagai saksi, termasuk kedua teman yang menemani korban minum kopi, yakni Jessica dan Hani. “Jika terungkap, maka pelakunya akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” tegas Iqbal.Menurut Iqbal, polisi juga mendapat sedikit kendala karena hasil rekaman kamera CCTV di cafe itu tak dapat memperlihatkan pelaku membubuhi zat sianida ke dalam kopi korban. Sebab kamera CCTV terhalang tiga hand bag (tas tenteng) yang tadinya berada di belakang kursi, namun dipindahkan dan diletakkan di atas meja. Sedangkan di ruang pembuatan kopi oleh barista cafe itu tidak ada satu pun kamera CCTV.Namun, juru bicara Polda Metro Jaya ini optimistis hasil penyelidikan yang sudah dilaksanakan di lapangan mengalami peningkatan dengan target mengungkap pelakunya.Hasil prarekonstruksi yang dilakukan polisi, Senin (11/1), menunjukkan ada upaya menempatkan Mirna pada posisi “terkunci” dengan memanfaatkan model sofa kafe yang berbentuk setengah lingkaran. Model kursi dan meja bundar besar juga bisa membuat seseorang terjebak dan sulit bergerak setelah duduk. Karena itu, ketika seseorang sudah mengisi bagian tengah dan samping kirinya, apabila ada orang ketiga yang datang, terpaksa harus masuk dari sisi lain atau samping kanan agar lebih mudah. Berdasarkan rekaman percakapan antara polisi dan manajer Kafe Olivier yang tersebar di kalangan pers menunjukkan ada upaya “menjebak” Mirna di sofa setengah lingkaran itu. Dalam rekaman terdengar suara Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim dan tiga anak buahnya. Terdengar pula suara ayah Mirna, Dermawan Salihin, dan suara manajer kafe dan salah seorang karyawan kafe.Manajer kafe menceritakan kronologi Jessica yang datang lebih dahulu menata minuman di posisinya masing-masing setelah pesanannya diantar. Jessica menaruh es kopi vietnam di posisi tengah sofa setengah lingkaran itu. Es kopi itu memang khusus disuguhkan khusus untuk Mirna.Sedangkan dua minuman lainnya, koktail dan fashioned sazerac untuk dirinya dan Hani diletakkan pada posisi kiri dan kanan es kopi itu. Sekitar 40 menit kemudian Mirna datang bersama Hani. Begitu Mirna tiba, Jessica langsung menyambutnya dengan menempelkan pipi, lalu menghalangi jalan Mirna, sehingga Mirna mesti masuk dari sudut setengah lingkaran sofa di sisi kiri.Mirna kemudian mengambil posisi duduk di tengah, lalu Jessica menyambut Hani, dan Jessica memilih duduk di sisi kiri Mirna. Hani tak punya pilihan, selain masuk dari mulut sofa setengah lingkaran sebelah kanan, lalu duduk di sebelah kanan Mirna.Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Brigjen Pol Alex Mandalika yang dihubungi SP, Selasa pagi, mengatakan penelitian isi lambung korban dan kandungan es kopi dilakukan selama sepekan.Menurut Alex, cukup dengan 90 miligram sianida sudah bisa menyebabkan kematian pada orang yang memiliki bobot badan 60 kilogram. Sianida cair sebanyak 90 miligram hanya memerlukan maksimal empat tetesan saja ke dalam makanan atau minuman calon korbannya.”Hasil penelitian sampel di laboratorium forensik, kami temukan kandungan sianida sebanyak 15 gram atau 15.000 miligram per liter dalam lambung korban, sehingga korban meninggal dunia,” katanya.(beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *