News, Sport and Lifestyle

Ribuan ABK Terancam PHK

METROPOLITAN.ID | JAKARTA Kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjenhubla) yang akan menyerahkan sepenuhnya operasional kapal perintis milik negara kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT PELNI akan membuat Perusahaan Perintis Swasta Nasional (PPSN) rugi miliaran rupiah. Selain mengalami kerugian  ratusan miliar, ribuan Awak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di perusahaan tersebut selama puluhan tahun juga terancam kehilangan pekerjaan alias d PHK.Akibat Dirjen Hubungan Laut menyerahkan kepada PELNI untuk mengoperasikan kapal perintis ke seluruh wilayah nusantara mengakibatkan perusahaan perintis nasional mengalami kerugian miliaran,” kata Ketua DPP INSA, Suryo Purwanto dalam siaran presnya.Suryo Purwanto menegaskan kebijakan Dirjenhubla yang mengelurakan Surat Edaran No. AL.108/1/2/DPTL-16 pada 4 Januari 2016 lalu, membuat Perusahaan Perintis Swasta Nasional (PPSN) bukan hanya rugi ratusan miliar rupaih, juga akan membuat ratusan ABK yang selama ini mengantungkan nasibnya selama puluhan tahun, di PPSN terancam kehilangan mata pencarian.Karena itu, sambungnya, PPSN meminta kepada Presiden Joko Widodo agar menolak kebijakan tersebut. Pasalnya PPSN selama ini sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah terkait angkutan laut. Apalagi, selama menjalin kerjasama dengan pemerintah, PPSN selama mengikuti proses tender yang sudah diterapkan pemerintah.Ribuan Anak Buah Kapal (ABK) dan nahkoda akan terancam menjadi pengangguran,” tegas Suryo yang juga salah satu pengusaha Perintis Swasta.Bahkan, lanjutnya, selama bermitra dengan pemerintah, PPSN selalu  melayani masyarakat di pulau terluar, meskipun penumpangnya tidak terlalu banyak. Bahkan boleh dibilang tidak menguntungkan. Untuk itu, Suryo berharap Jokowi yang dia kenal sebagai Presiden yang pro Rakyat menolak kebijakan tersebut.“Apalagi kita sudah masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka yang dibutuhkan adalah keberpihakan pemerintah kepada perusahaan perintis swasta nasional,” ujarnya.(SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *