News, Sport and Lifestyle

Roy Ruslan, Pembudidaya dan Eksportir Belut : Modal Penting Usaha Ini adalah Kemauan!

METROPOLITAN.ID | Saat ini permintaan pasar belut cukup tinggi. Selain pasar lokal, permintaan juga datang dari pasar luar negeri. Untuk memenuhi permintaan pasar, saat ini kembali marak orang membudidayakan belut. Salah satu pelaku usaha yang tertarik menggeluti bisnis belut ini adalah Roy Ruslan. Direktur Utama PT. Dapetin Global Mandiri yang akrab disapa Ruslan ini mengaku, sebelum membudidayakan belut, ia melakukan riset terlebih dahulu ke beberapa negara di Asia Tenggara dan juga Eropa untuk melihat peluang bisnisnya, sebelum ia benar-benar terjun menjadikan belut sebagai ladang bisnisnya. Untuk memulai bisnis belut, Ruslan yang juga merangkap sebagai eksportir belut ini mengaku bahwa usahanya tersebut tidak memerlukan biaya besar. Yang terpenting dalam memulai bisnis belut ini adalah kemauan, kebersamaan, keuangan yang cukup dan terdapat pembimbing. “Modal awal itu relatif, karena memang budidaya belut itu poinnya harus menekan biaya investasi. Kalau dia punya kolam serta ada kemauan, kita bisa padukan dengan aset yang ada,” tutur Ruslan saat ditemui beberapa waktu lalu. Setelah mengoptimalkan aspek yang ada, lanjut Ruslan, calon pelaku usaha harus belajar langsung dari orang yang memang berkompeten, berkualitas dan mengerti bagaimana cara membudidayakan belut. “Intinya modal yang harus ada itu kemauan, jika itu sudah ada hanya tinggal dijalankan dengan baik dan telaten agar mampu meraih profit yang bagus. Baru setelah itu sambil berjalan kita lakukan sharing untuk menghadapi kesulitan di lapangan, kejelasan pasar dan melakukan pengembangan,” bebernya. Saat ini, Ruslan memiliki pasar yang luas untuk mendistribusikan belut hasil budidayanya ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Sukabumi dan Padang serta beberapa negara di Asia. Di Indonesia sendiri, permintaan pasar akan belut cukup tinggi yang bisa dilihat dari total ekspor disetiap harinya. Dalam satu hari, ia mengaku dapat mengekspor 20 ton bahan baku belut (belut hidup).  “Kalau di Indonesia sediri kita sudah distribusikan belut hidup itu sekitar 20 ton per harinya ke beberapa daerah, seperti Jakarta, Jogja, Padang, dan Surabaya. Kalau untuk ekspor ke luar negri, semisal Jepang, Korea, dan China itu bisa mencapai 400 sampai 500 ton per harinya,” ungkap Ruslan. Kedepannya, ia akan terus melakukan sosialisasi dengan berbagai mitra yang sudah ada di Indonesia agar masyarakat Indonesia secara lebih luas mengenal dan mengetahui cara membudidayakan belut dengan menghasilkan pemasukan yang bagus. Selain itu juga, harapan Ruslan ke depannya juga ingin terus mengembangkan bisnisnya dengan menambah ekspor ke Afrika Selatan dan Eropa. “Saya ingin menambah destinasi ekspor belut ke Afrika Selatan dan Eropa, dan ini akan dicoba dalam waktu dekat,” pungkasnya.
(JTN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *