SHARE

METROPOLITAN.ID | Depok – Besarnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok pada 2016 diharapkan mampu meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah kelurahan se-Kota Depok. Pada 2016 ini, Depok memiliki APBD sebesar Rp 2,8 Triliun. Dari jumlah tersebut, masing-masing kelurahan akan menerima Rp 2 Miliar. Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail berharap penggunaan dana tersebut dapat diutamakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di 63 kelurahan se-Kota Depok. “Sejak 2014, Pemkot Depok sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 2 Miliar untuk pembangunan di wilayah kelurahan. Kami mengimbau kepada para lurah agar dapat memprioritaskan kebutuhan apa di wilayahnya yang layak untuk didahulukan untuk kepentingan warga Depok,” tutur Nur dalam kegiatan Sosialiasi Pembangunan Tahun 2016 yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (4/1). Diungkap Nur, selain APBD Depok sebesar Rp 2,8 Triliun tersebut, Kota Depok memiliki Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 2,263 Triliun. Dari besaran pendapatan ini, Rp 1,778 Triliun dialokasikan untuk belanja langsung. “Kami menyadari mungkin dana sebesar Rp 2,8 Triliun ini mungkin belum cukup untuk meng-cover pembangunan di seluruh wilayah Depok, oleh karena itu kepada pimpinan organisasi perangkat daerah agar dapat memilah mana program yang menjadi andalan dan layak diprioritaskan,” ujar walikota. Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Depok Hardiono mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi Pembangunan Kota Depok 2016 ini sudah dipersiapkan sejak 23 Desember 2015 dan telah dibentuk tim. “Januari ini kami sosialisasi. Nanti kami juga akan melaksanakan musrenbang yang sebelumnya diawali dengan forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di masing-masing dinas. Kami berharap pembangunan Kota Depok di tahun 2016 ini dapat berjalan lancar dan harus menjunjung tinggi kejujuran seperti di negara New Zealand,” ujar Hardiono.(brtst)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY