SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tampaknya serius dalam menangani masalah kemiskinan. Di tahun ini, pemkot menyiapkan anggaran sebesar Rp185 miliar untuk pengentasan kemiskinan melalui berbagai kegiatan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau di seluruh dinas.
Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan, program pengentasan kemiskinan menjadi prioritas dan perhatian utama Pemkot Bogor. Anggaran yang disiapkan juga tak main-main dalam penanggulangan kemiskinan tersebut. Target penurunan angka kemiskinan di Kota Bogor sebesar 1,5 persen di 2015 lalu telah sukses, dari sebelumnya ada di angka 8,4 persen sesuai indikator Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Berarti angka kemiskinan di 2015 berada pada angka 6,9 persen lagi dan di 2016 ini akan terus kita genjot agar terjadi penurunan kembali,” ujar Usmar kepada Metropolitan.
Berbagai kegiatan untuk pengentasan kemiskinan akan dilakukan. Salah satunya mengeksekusi program kemiskinan pada 17.000 rumah sasaran miskin di 2016. Selain itu, seperti contohnya pada Dinas Sosial dan BPBD di 2015 lalu dana untuk kemiskinan ada di angka Rp8 miliar. Dan di 2016 ini ditingkatkan menjadi Rp12 miliar.
Untuk pemetaan titik zona merah kemiskinan ada di semua wilayah di enam kecamatan dan 68 kelurahan. ”Seperti wilayah Kecamatan Tanahsareal, Bogor Barat dan Bogor Selatan sebagian di kecamatan lainnya juga ada zona kemiskinan. Kita akan lakukan berbagai program agar angka kemiskinan ini terus menurun,” terangnya.
Usmar menambahkan, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor, pada lima tahun terakhir sesuai RPJMD yakni di angka 78 persen. Dan di tingkat provinsi rata-rata sekitar 76 persen. Tetapi ada release terbaru yang dilaunching Badan Pusat Statistik (BPS) sekitar November 2015 lalu yang disampaikan Bappeda bahwa IPM Kota Bogor ada pada posisi kelima di Jawa Barat. Artinya terjadi penurunan IPM. Sedangkan sebelumnya Kota Bogor ada di posisi rata-rata teratas di Jawa Barat. “Kita harus menjawab dulu, apakah betul release dari BPS itu. Namun yang jelas hingga kini IPM di Kota Bogor masih ada di rata-rata se-Jawa Barat. Artinya masih dalam kondisi sangat baik,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Sosial dan Transmigrasi Anas Rasmana menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menyediakan sejumlah program untuk menekan angka kemiskinan. Hal itu pun menurut Anas sangat didukung pemerintah pusat. “Maka program ini merupakan program yang sangat besar,” katanya. Anas juga menambahkan, di 2016, Pemkot Bogor menargetkan setidaknya 5.000 keluarga miskin akan menurun. “Mudah-mudahan di 2016 ini tingkat kemiskinannya dapat turun drastis,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY