SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Rumah Sakit Angkatan Udara (RS AU) Lanud Atang Sendjaja (Ats) akan menggelar simposium dengan tema ’Helicopter Avation Medicine Update, Towards Better Safety and Services di Savero’ Golden Flower Hotel, Jalan Padjajaran, Kota Bogor, Minggu mendatang (10/12). Simposium ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan terbaru tentang permasalahan kesehatan dan keamanan penerbang helikopter, termasuk aspek kesehatan yang mendukung ’zero accident’.
Ketua pelaksana simposium Mayor Kes Dr Yanuar mengatakan, kegiatan ini akan mengupas teknik evakuasi merujuk pada pasien militer atau umum melalui helikopter, baik itu untuk kepentingan penerbang, petugas medis, paramedis maupun masyarakat umum.
“Smposium ini dimaksudkan untuk mengetahui aspek kesehatan penerbangan, khususnya pada penerbang helikopter. Dari mulai pola makan, olah raga hingga pengetahuan tentang gizi bagi penerbang helikopter akan dikupas di sini,” kata Yanuar saat konferensi pers di Aula RS AU Lanud Ats, kemarin.
Selain itu, dalam simposium ini akan dijelaskan mengenai persiapan pasien yang akan dirujuk melalui transportasi udara helikopter, serta mengetahui teknik evakuasi medik udara bagi petugas medis, paramedis dan masyarakat umum.
“Di dunia militer sendiri, evakuasi medis menggunakan helikopter udara merupakan hal yang wajib dilakukan karena efisiensi dan efektiitas ambulan heli­kopter dalam kondisi apapun,” terang Yanuar. Lelaki kelahiran Jakarta ini me­lanjutkan, simposium sendiri akan dimulai sejak pukul 08:00 hingga 16:00. Acara akan dibagi beberapa sesi dan diisi oleh para ahli dan praktisi kesehatan penerbangan, di antaranya dokter spesialis kedokteran penerbangan, magister kesehatan penerbangan, dokter spesialis dengan kualifikasi flight surgeon, pilot helikopter dan awak pesawat serta pemerhati kesehatan penerbangan.
“Sejauh ini sudah 60 persen peserta yang mendaftar, banyak yang dari luar kota seperti Bali dan Pekan Baru. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik bagi pelaku kesehatan penebangan,” harapnya.
Sementara itu, kepala RS Angkatan Udara Lanud Ats Letkol Kes Dr Mukti Arja Berlian mengaku, simposium di bidang kesehatan dirgantara masih sangat jarang, terlebih Lanud Ats merupakan base of helicopter di Indonesia sehingga perlu rasanya mengadakan kegiatan ini.
“Saya melihat ini yang pertama di Indonesia. Selain simposium, sehari sebelumnya akan diadakan workshop dan simulasi di Skadron 8 Lanud Ats,” kata Mukti. Di Indonesia sendiri, dia menjelaskan, ambulan helikopter yang sesuai standar internasional belum banyak, bahkan bisa dikatakan belum ada, padahal keberadaannya sangat dibutuhkan untuk keadaan darurat, vip, vvip hingga masyarakat umum. “Indonesia memang mempunyai helikopter, tapi peruntukannya bukan untuk ambulance,” terangnya.
Untuk itu, lewat kegiatan ini, pihaknya ingin membuka mata bahwa ada kebutuhan untuk helikopter medis. Meng­ingat, hal ini bisa men­jadi alternatif baru dalam penanganan medis. (fin/b/sal/run) “SDM-nya sudah ada, namun alatnya yang belum. Heli medis harus memenuhi beberapa peralatan seperti monitoring pasien, sistem kelistrikan khusus, oksigen dan alat kesehatan penting lainnya,” akui Mukti.
Dirinya berharap, kegiatan ini bisa memberikan masukan bagi pemangku kebijakan terkait. “Ini sekaligus rangkaian HUT ke-46 RSAU Lanud Ats. Semoga bermanfaat untuk kemajuan penerbangan Indonesia,” pungkasnya. (fin/b/sal)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY