RSUD Kota Bogor Kebanjiran Pasien Demam Berdarah

by -

METROPOLITAN.ID – Datanganya musim hujan di Bogor membuat masyarakat yang tinggal di beberapa kecamatan yang ada di kota maupun Kabupaten Bogor terserang demam berdarah alias DBD. Tercatat ada 169 orang yang telah dirawat di RSUD Kota Bogor.
Pantauan Metropolitan, sejumlah anak berusia belia dirawat di RSUD Kota Bogor. Mereka terkapar karena demam yang sangat tinggi. Tak jarang pasien anak yang dirawat di ruang Jasmin itu menangis.
Direktur RSUD Kota Bogor Dewi Basmala mengatakan, pada pertengahan Januari banyak pasien yang terkena DBD. RSUD Kota Bogor menerima pasien DBD 10 sampai 15 orang per harinya. “Mungkin karena musim hujan jadi banyak masyarakat yang terkena DBD,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Pasien yang datang ke RSUD Kota Bogor tidak hanya datang dari Kota Bogor saja, tetapi Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Saking banyaknya pasien yang terkena DBD, RSUD sampai meminjam kasur ke Batalyon 315/Garuda. Para pasien rawat ini menempati ruang Jasmin, Anyelir, Flamboyan dan Dahlia. Para pasien tersebut diawasi langsung oleh dokter penyakit dalam.
Kasubag Humas dan Hukum RSUD Kota Bogor Okto Muhamad Iksan menjelaskan, pi­haknya selalu menerima pasien yang berasal dari mana pun. “Dengan keadaannya da­rurat kita masih tetap usahakan untuk mengobati pasien,” katanya.
Salah satu pasein, Haryati warga Kemang, Kabupaten Bogor mengaku, anaknya, Rini Sumarni (13), mengalami demam dalam beberapa hari terakhir. “Saya langsung bawa anak saya karena kaget anak saya panas tinggi,” ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PKL) Dinkes Kabupaten Bogor Kusnadi mengaku belum mengetahui kabar adanya warga Kabupaten Bogor yang terjangkit DBD.
Meski demikian, pihaknya bakal mencari tahu jumlah pasien dari Kabupaten Bogor yang tengah ditangani RSUD Kota Bogor. “Kami juga baru mau minta catatan pasien di sana,” ujarnya.
Kusnadi menjelaskan, Dinkes mencatat pada Januari 2016 sebanyak 120 orang mengalami DBD. Mengantisipasi lebih meningkat, pihaknya telah melakukan fogging di seluruh daerah yang memiliki kelembaban tinggi. “Daerah perkotaan sudah kami fogging. Kalau yang di dekat gunung jarang ada nyamuk,” jelasnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Camelia Wilayat Sumaryana mengatakan, penanganan DBD sudah diantisipasi sejak Desember lalu melalui surat bupati agar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Maka, jika mengalami kenaikan tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Sebab, di mana-mana juga tidak ada orang yang bisa menahan sakit.
Ia meminta warga Kabupaten Bogor membiasakan warganya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Per­lu diingat, kata dia, jika nyamuk dapat berkembang tak lain karena adanya sumbernya untuk berkembang biak.
“Jangan lupa membiasakan diri menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang bisa menampung air seminggu sekali (3M),” pintanya.
Sedangkan untuk sebaran endemis masyarakat perlu mewaspadai, terutama yang berada di wilayah Cileungsi, Cibinong, Gunungputri, Bojonggede, Sukaraja, Citeureup, Jonggol, Ciomas, Ciampea serta Klapanunggal. “Untuk di Cibinong Raya, Kelurahan Cirimekar dan Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja menjadi penyumbang terbanyak,” ujar Camelia. (rez/mam/c/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *