SHARE

METROPOLITAN.ID | HENAN – Sebuah rumah sakit (RS) yang masih beroperasi normal dibuldoser meski di dalamnya masih berisi banyak orang. Insiden tersebut mengakibatkan petugas medis, dokter, dan pasien yang berada di dalam rumah sakit berhamburan keluar karena ketakutan.Sebagaian bangunan Rumah Sakit No 4 di Universitas Zhengzhou, Provinsi Henan, China dihancurkan meski masih tersangkut permasalahan ganti rugi tanah. Seorang pegawai RS menyebut peralatan medis senilai USD600 ribu atau setara Rp8 miliar rusak akibat insiden tersebut. Salah seorang dokter radiologi mengakui dirinya sedang memeriksa seorang pasien ketika pembongkaran terjadi.“Tiba-tiba sebuah lubang besar menganga tercipta di tembok. Pasien saya ketakutan setengah mati lalu kabur,” terang Liu Chunguang, dilaporkan BBC, Sabtu (9/1/2016).Seorang pegawai RS lain bernama Yuan Fang mengakui peralatan radiologi mengalami kerusakan dan segala aktivitas medis harus terhenti. Akibatnya, para pasien harus berpindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pembongkaran juga menyebabkan enam jenazah yang berada di kamar mayat terkubur dan rusak.“Mengubur mayat pasien di bawah reruntuhan sangat tidak menghormati almarhum,” tandas Fang.Seorang pegawai pemerintahan setempat mengakui bahwa ruang radiologi dan kamar mayat rumah sakit tersebut termasuk dalam proyek pelebaran jalan sehingga harus dibongkar. Pemerintah setempat sudah berkali-kali mengingatkan agar kedua ruangan tersebut dibongkar namun peringatan tersebut tidak pernah diindahkan.Menurut pegawai rumah sakit, ada tiga orang dokter dan seorang pasien saat kejadian di kedua ruangan tersebut. Beberapa pegawai juga terluka saat mereka mencoba menghentikan pembongkaran. Beruntung, pembongkaran tersebut tidak memakan korban jiwa.(OKZ)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY