SHARE

METROPOLITAN.ID | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said ‎Aqil Siraj, menilai kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah kelompok baru yang berbahaya, sehingga harus diwaspadai.
“Secara langsung Gafatar tidak ada kaitan dengan ISIS. Sebab, yang terkait seperti Ansor Tauhid, Jamaah Islamiyah, dan Majelis Mujahidin,” ujar dia usai bersilahturahmi dengan warga NU Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa 12 Januari 2016.
Meski mengaku belum mengetahui secara jelas garis organisasinya, Said menyebut, Gafatar diduga adalah ‎kelompok eksklusif dan ekstrem, yang perlu diwaspadai. Diduga kelompok itu akan menyesatkan banyak orang yang tidak tahu.
“Kita perlu menjaga warga NU dari berbagai ancaman bentuk teroris. Dan, para kiai NU selalu membimbing masyarakat dan mengarahkan kepada Islam berakhlak, beradab dan berbudaya,” tegasnya. Lanjut Aqil, sikap NU tegas, yakni anti kekerasan dan anti radikalisme. Gafatar men‎jadi ramai dan diperbincangkan media dan oleh banyak orang, itu setelah Dokter Rica Tri Handayani bersama puteranya, pada 30 Desember 2015 diberitakan menghilang. Suaminya, Dokter Aditya Akbar Wicaksono menyebut‎ istrinya pernah aktif di organisasi yang disebut kelompok Gafatar. Meski kemudian berhenti setelah menikah. Dan, saat suaminya tengah melanjutkan studi keilmuannya, sang istri diduga kembali aktif berkomunikasi dengan kelompok tersebut. Dalam perkembangannya, Rica dan puteranya ‎didapati berada di Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, saat akan chek in tujuan Jakarta dengan pesawat TriGana Air, pukul 07.30 WIB, Senin 11 Januari 2016. Bersama dirinya, juga diamankan E dan V, keduanya diduga sebagai perekrut Dokter Rica(VV)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY