SHARE

METROPOLITAN.ID | CISARUA – Keberadaan sampah di lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Pasar Cisarua, Kecamatan Cisarua, kian menggunung. Hal ini dikarenakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor hampir satu bulan ini tak mengangkut sampah di pasar tersebut.
Kepala Unit Pasar Cisarua Firman Nugraha mengatakan, hal tersebut akibat tidak adanya petugas UPTK Kebersihan Ciawi yang mengangkut sampah di pasar. “Dari Desember, tepatnya sebelum Natal dan tahun baru, tidak ada petugas dari kebersihan yang melakukan pengangkutan,” kata Firman kepada Metropolitan, kemarin.
Ia menerangkan, para petugas kebersihan itu beralasan lantaran armada pengangkut sampah melakukan aksi mogok dan tidak ada sopir yang mau mengendarainya. “Seharusnya jadwal angkut sampah ini dilakukan setiap tiga kali dalam seminggu agar tak ada lagi sampah yang menumpuk dan merugikan warga serta pengunjung pasar,” ujarnya.
Menurut Firman,  kondisi sampah seperti itu membuat para pedagang yang jumlahnya mencapai 747 terdiri dari kios, los dan owning, tidak mau membayar retribusi sampah. ”Kata pedagang, buat apa membayar retribusi kalau sampahnya saja tidak pernah diangkut,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang pedagang pakaian yang lokasinya di depan TPS di Pasar Cisarua, Ajum, mengaku terganggu dengan kondisi sampah yang menggunung tersebut. Selain berserakan ke jalan, sampah itu juga mengeluarkan aroma bau tidak sedap. ”Pembeli pun pada malas berlama-lama ke kios saya karena bau dari sampah sangat menyengat. Makanya, sebelum sampah diangkut, kita dan para pedagang libur membayar retribusi jika sampahnya saja tidak pernah diangkut,” katanya. (ash/yok/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY