SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Adanya kabar yang beredar di jaringan sosial yang menyatakan seorang satpam Sarinah tewas akibat ledakan bom setelah mengantar pelaku bom bunuh diri ke pos polisi dibantah oleh pihak Sarinah.Direktur Utama Sarinah (Persero), Ira Puspadewi menegaskan tidak ada satu pun satpam Sarinah yang terkena ledakan bom, peluru atau menjadi korban.”Kan ada yang bilang Satpam Sarinah membawa para teroris itu ke pos polisi dan terkena. Tapi kami konfirmasikan, tidak ada satpam Sarinah yang terkena atau menjadi korban. Tidak ada korban dari Sarinah,” kata Ira di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/1).Begitu juga dengan kabar adanya teroris yang masuk ke Sarinah tapi diamankan oleh satpam Sarinah dan dibawa ke pos polisi juga tidak benar.”Kabar yang menyatakan ada upaya orang masuk ke Sarinah, kemudian diamankan satpam ke pos polisi itu tidak ada. Tidak benar. Jadi tidak ada korban dari satpam Sarinah,” ujarnya.Ira menginginkan pascabom Thamrin, kondisi Jakarts kembali normal seperti biasanya. Namun, dengan tidak mengendorkan kewaspadaan terhadap aksi-aksi yang mencurigakan.”Kami justru ingin semuanya buka normal. Boleh waspada, tapi tetap normal. Hidup harus normal,” ungkapnya.Seperti diketahui, ada postingan di media sosial Facebook yang mengatakan ada satpam Sarinah seperti biasa memeriksa pengunjung Dept Store BUMN itu. Satpam mencurigai satu anak muda yg masuk seperti membawa sesuatu di dalam tubuh orang tersebut. Karena takut memeriksa sendiri, Satpam tersebut menggiring anak muda tersebut ke pos polisi terdekat, dan sesampainya di depan Pos Polisi, maka meledaklah bom bunuh diri tersebut yang bukan hanya menewaskan terorisnya sendiri, tapi juga satpam Sarinah yg menggiring teroris tersebut, dan satu wanita yang lagi menyeberang jalan.(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY