SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL — Sepanjang tahun 2015, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membongkar 220 reklame lantaran tak mengantongi izin.
Pembongkaran seluruh reklame tak berizin yang ditertibkan Satpol PP Kota Tangsel ini berasal dari beberapa titik berbeda. Di antaranya di Jalan Raya Serpong, Jalan Raya Martadinata dan Jalan Raya Ciputat.
Reklame-reklame yang ditertibkan Satpol PP ialah billboard dengan berbagai ukuran dan jenis. “(Reklame tak berizin) tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangsel. Kita bongkar setelah mendapat rekomendasi dari tim pengawas dan pengendalian (wasdal) BP2T Tangsel,” kata Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Azhar Syam’un, kemarin.
Meski penertiban reklame kerap dilakukan, Azhar tak menampik jika masih ada reklame yang ilegal kerap muncul kembali. Untuk itu, pihaknya mengambil tindakan tegas dengan membongkar reklame ilegal tersebut dan koordinasi dengan BP2T terkait reklame yang tak berizin ini. “Kami akan terus konsisten melakukan penertiban,” tegasnya.
Sementara itu, Kasie Penertiban dan Sarana Usaha Satpol PP Tangsel Pranajaya mengatakan, penertiban reklame dan bilboard kebanyakan berdiri di lahan fasos fasum maupun lahan milik warga. “Ini sebagai upaya memberikan efek jera bagi pengusaha reklame. Apalagi, kami menduga masih banyak lagi reklame tak berizin lain yang masih belum ditertibkan,” ujarnya.
Ia mengimbau, untuk para pengusaha agar melakukan ketentuan yang berlaku sesuai Perda yang ada saat ini. Selain itu, kepada klien perusahaan harus mengecek dulu ke BP2T, seandainya tidak punya izin jangan memaksa untuk memasangnya. “Seluruh reklame agar mematuhi Perda No 4 Tahun 2012 tentang Perizinan Reklame,”pungkasnya. (ded/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY