SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Para orang tua, guru dan siswa merasa sedih ketika melepas mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margajaya 1 Moh Hamzen, di Jalan Pemuda, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu. Hal ini karena banyak perubahan yang dilakukannya di sekolah ini. ”Tadinya kami sangat berharap Pak Moh Hamzen bisa memimpin SDN Margajaya 1 satu periode, karena banyak program-program peningkatan mutu dan kualias siswa maupun guru berjalan dengan baik. Selama dia memimpin, nilai akademik siswa-siswi kelas enam cukup bagus. Bahkan, tidak sedikit yang masuk ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Tapi apa boleh buat, karena sudah panggilan tugas, kami tidak bisa melarangnya, ” ujar para orang tua murid, di antaranya bernama Ny Atika (40), kepada Metropolitan.
Sementara itu, Moh Hamzen yang dimutasi ke SDN Papandayan, Kecamatan Bogor Tengah mengatakan, apa pun yang ia lakukan selama tiga tahun dua bulan di sekolah ini merupakan  dukungan orang tua murid dan guru-guru di sini. ”Saya tidak merasa sedih dan tidak merasa kehilangan ketika meninggalkan SDN Margajaya 1. Tapi, saya akan merasa bersalah dan berdosa jika tidak bisa berbuat sesuatu di SDN ini,” paparnya.
Menurutnya, waktu bagaikan pedang. Siapa pun yang tak bisa mengendalikan waktu, maka waktu akan memakan kita. Maka, gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Apa pun yang orang tua murid maupun guru berikan, ini akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti sekecil apa pun. ”Mudah-mudahan ibu/bapak membuka pintu maaf bagi saya. Apa pun kesalahannya, lepaslah saya supaya bisa melangkah dengan ringan. Untuk kepala sekolah yang baru, saya ucapkan selamat datang,” imbuhnya seraya mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid dan para guru.
Di tempat yang sama, guru SDN Margajaya 1 Cucu Resnawari, mencurahkan isi hatinya. ”Suka dan duka telah mewarnai kehidupan sehari-hari dalam mengemban amanah menuntut generasi demi generasi. Jadilah manusia yang lebih baik di kemudian hari,” ungkapnya. (boy/tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY