News, Sport and Lifestyle

SDN Papandayan Terapkan Belajar yang Menyenangkan

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Kepala SDN Papandayan, di Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah Moh Hamzen, akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu dan kualitas akademik di sekolah ini. Di antaranya, akan menerapkan sistem, stategi dan metode pembelajaran yang disenangi para peserta didik. “Saya akan mewajibkan setiap guru agar membuat suatu rancangan pembelajaran yang di antaranya meliputi pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), alat bantu pembelajaran serta alat evaluasi pembelajaran. Selain itu, guru hendaknya senantiasa kreatif dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang akan disampaikan kepada peserta didik,” ujarnya kepada Metropolitan, Sabtu.
Menurut mantan kepala SDN Margajaya 1 ini, metode yang akan dikembangkan yaitu metode eksperimen/praktikum. Sebab, metode ini sangat disukai siswa. “Kegiatan praktikum memang identik dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metode ini sangat ditunggu-tungu siswa. Jika pembelajaran tidak memakai metode ini, seringkali siswa bertanya,” ujarnya.
Makanya, hal ini bisa dipahami karena dengan metode praktikum, siswa tidak dibatasi dengan kegiatan duduk dan mendengarkan saja, apalagi praktikum yang dilaksanakan di luar ruang kelas. Namun, guru harus tetap membimbing dan mengontrol ke setiap kelompok agar kegiatan tetap terarah. “Keunggulan metode eksperimen ini adalah dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran dan kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri, dibanding hanya menerima informasi dari guru atau buku saja. Bahkan, siswa dapat mengembangkan sikap untuk studi eksploratif  tentang sains dan teknologi dengan sikap ilmiah dari seorang ilmuan,” tandasnya.
Tidak itu saja, pengamatan langsung pembelajaran alam sekitar juga diperlukan. Sebab, alam merupakan sumber belajar yang sangat konkret, di mana lingkungan sekolah pun bagaikan video alam pada pembelajaran biologi pada khususnya. “Di sini, siswa bisa diajak mengamati fenomena alam di luar kelas. Materi yang cocok untuk metode ini di antaranya adalah ekosistem dan struktur tumbuhan.
Jadi, lanjutnya, kegiatan pengamatan di luar kelas bisa diterapkan untuk mata pelajaran lain yang disesuaikan dengan relevansi materi yang akan diberikan. Selain itu, guru dapat memindahkan kegiatan pembelajaran yang biasanya terjadi di kelas ke halaman depan dengan menggelar tikar/karpet serta alat bantu secukupnya. (tur/ar/ram/run)

Hal ini, tambahnya, dapat menjadikan sebuah “refresh” dalam kegiatan pembelajaran. “Pada dasarnya manusia ingin “bebas” dalam menjalani kehidupan ini tanpa dibatasi tembok penghalang (dalam hal ini adalah ruang kelas) yang dapat mengekang kehidupan,” pungkas Moh. Hamzen.

Metode cerdas cermat, lanjutnya, juga sangat baik. Karena, hal ini merupakan modifikasi dari metode tanya jawab yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan cara saling berkomunikasi antara guru dengan siswa. Dalam hal ini, guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai bahan yang telah diajarkan ataupun yang belum. Sehingga, siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut. “Metode tadi biasanya digunakan untuk mengetahui apakah anak didik telah menguasai terhadap pelajaran-pelajaran atau fakta-fakta yang diajarkan oleh guru kepada siswa, sekaligus dapat digunakan untuk merangsang siswa dalam belajar dan membangkitkan minat dalam mengikuti pelajaran dengan baik,” pungkasnya. (tur/ar/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *