News, Sport and Lifestyle

Sebulan Diperbaiki, Jalan di Sukabumi Sudah Rusak Lagi

METROPOLITAN.ID | SUKABUMI – Kerusakan jalan di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Minggu (3/1/2016) terus meluas. Kerusakan jalan tidak hanya menerjang ruas jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, tapi kerusakan serupa kini memporak-porandakan ruas jalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Kota dan Kabupaten Sukabumi. Bahkan sejumlah titik di ruas jalan Pembangunan Selakaso, Kelurahan Babakan, Kecaatan Cibeureum, Kota Sukabumi ambles hingga kedalaman kurang dari sepuluh sentimeter. Jalan yang kurang sebulan diperbaiki Dinas Binamarga, Pemprov Jawa Barat itu, kembali berlubang sehingga menganggu aktivitas warga. “Jalan yang baru sebulan dinikmati warga, kini kembali berlubang,” kata warga Cicurug, Endang Rohman, Minggu (3/1/2016). Kerusakan badan jalan, kata Endang Rohmat tidak hanya dipicu intensitas hujan yang cenderung semakin meningkat. Tapi diperparah dengan kehadiran ratusan truk tronton bermuatan pasir melintasi ruas jalan milik Pemprov Jabar. Bahkan kerusakan akibat kendaraan besar muatan over kapasitas tidak hanya hanya mengancam ruas jalan Sarasa dan Pembangunan, tapi kini telah merusakan badan Jalan Raya Baros hingga ruas Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) “Kerusakan tidak hanya disebabkan curah hujan semakin meningkat. Tapi ratusan kendaraan bermuatan berat kerap melintasi jalan tersebut diduga menjadi pemicu kerusakan jalan semakin parah,” ucapnya. Endang Rohmat mengatakan, kerusakan jalan dikhawatirkan mengancam keselamatan para pengguna kendaraan roda dua dan empat itu. Apalagi jalan alternatif menuju sejumlah wilayah sangat padat dilalui berbagai jenis kendaraan. Terutama saat petugas kepolisian mengalihkan jalur lintasan tidak memasuki sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi. “Lubang yang mengangga tidak terlihat saat air hujan menggenanginya. Sehingga dikabarkan warga, banyak pengendara terjerembab jatuh saat melintasi lubang yang digenangi air hujan,” tuturnya. Endang Rohman mengatakan para pengguna kendaraan sangat menyesalkan dengan sikap aparat kepolisian dan dinas terkait yang membiarkan truk pasir bermuatan melebihi kapasitas melintasi sejumlah ruas jalan nasional dan Pemprov Jabar. “Truk yang berasal dari areal penambangan pasir hilir mudik tanpa tindakan tegas dari aparat terkait. Padahal kondisi jalan masih belum layak dilintasi kendaraan bermuatan overload,” tambahnya.

Penindakan Tegas

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi, Tendy Hendrayana mengatakan penindakan tegas harus dilakukan seara terpadu. Tidak hanya melibatkan petugas penertiban dari lingkungan Pemkab Sukabumi. Tapi harus melibatkan personel serupa dari Pemkot Sukabumi, Cianjur hingga Pemprov Jawa Barat. “Penindakan tegas akan efektif bila melibatkan seluruh dinas di sejumlah kota dan kabupaten lainnya. Termasuk personel dari Pemprov Jawa Barat,” tegasnya. Sebenarnya, lanjut Tendy Hendrayana, Dishubkominfo telah berupaya keras melakukan berbagai upaya pencegahan kerusakan ruas jalan. Dengan meliatkan personil dari lembaga terkait lainnya telah melakukan penertiban truk bermuatan pasirdan barang overload. “Tim terpadu yang didalamnya ada unsur kepolisian secara kontinyu melakukan penertiban dan tindakan tegas kepada pengemudi yang memuat barang dan pasir melebihi kapasitas,” ujarnya. Kendati upaya petugas menindak tegas telah dilakukan, kata Tendy Hendrayana, tapi sikap membandel pemilik dan pengemudi truk sangat menyulitkan petugas melakukan penertiban. Tindakan penilangan dan pemberian sanksi penurunan muatan masih dianggap ringan oleh para pemilik dan pengemudi truk.(okezone)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *