News, Sport and Lifestyle

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Peresmian Griya Gus Dur

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur telah meninggal dunia enam tahun lalu. Namun, upaya meneruskan dan memperjuangan pemikiran Gus Dur terus dilestarikan melalui beragam cara. Salah satunya, keluarga almarhum Gus Dur meresmikan Rumah Pergerakan, Griya Gus Dur di Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Minggu (24/1).Rumah ini sebelumnya merupakan kediaman keluarga KH Abdul Wahid Hasyim, tokoh nasional sekaligus ayah Gus Dur. Kehadiran Griya Gus Dur merupakan wujud dari komitmen untuk mendedikasikan rumah tersebut sebagai rumah pergerakan untuk mewujudkan kemaslahatan umat.”Tempat berkumpulnya orang-orang pergerakan untuk mendialogkan dan mewujudkan berbagai ide demi kebaikan bangsa,” kata Alissa Wahid, Ketua Panitia sekaligus puteri pertama Gus Dur saat meresmikan Griya Gus Dur di Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Minggu (24/1).Alissa menuturkan, rumah ini menyimpan sejarah penting dalam dinamika perjuangan bangsa. Sejak menjadi kediaman keluarga KH Abdul Wahid Hasyim yang juga Menteri Agama pertama RI, rumah tersebut telah menjadi rumah perjuangan dan pergerakan.”Rumah ini menjadi saksi bisu berbagai macam gagasan dan peristiwa penting dalam sejarah bangsa. Sepeninggal Kyai Wahid, Nyai Solichah Wahid Hasyim melanjutkan perjuangan tersebut dengan menjadikan rumah ini sebagai pangkalan para aktivis kebangsaan,” tutur Alissa.Peresmian Griya Gus Dur ini dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, tokoh NU Mustafa Bisri atau yang dikenal Gus Mus, tokoh agama Romo Mudji Sutrisno, Romo Franz Magnis-Suseno, para tokoh lintas agama, dan hak asasi manusia lainnya.Luhut mengenang Gus Dur sebagai seorang tokoh nasional yang memberikan warna terhadap Indonesia. Gus Dur, katanya, mengajarkan hidup berdemokrasi dan menghargai setiap perbedaan.”Saya kira itu hal-hal yang perlu dikenang. Dulu teman-teman Tionghoa tidak bisa merayakan hari Imlek, tapi sekarang jadi hari libur nasional,” tuturnya.Luhut menyatakan, banyak pemikiran Gur Dur, terutama mengenai pluralisme yang masih relevan dilestarikan saat ini. Dikatakan, meski hanya menjadi presiden selama dua tahun, kepemimpinan Gus Dur telah membawa Indonesia ke alam demokrasi yang lebih baik(beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *