SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Nazamudin, merasa sedih ketika melihat anak-anak inklusif (berkelainan khusus, red) yang bersekolah di SDN Perwira. Sebab, untuk menanganinya tidak seperti siswa-siswa sekolah reguler. Sehingga, para tenaga pengajarnya harus benar-benar orang yang mengerti akan kebutuhan mereka. ”Jadi, saya berharap agar SDN Perwira harus mendapat perhatian maupun prioritas khusus dari SD yang lainnya. Sebab, sebagian muridnya memiliki keterbelakangan mental,” kata Nazamudin pada saat menghadiri lepas sambut Kepala SDN Perwira yang lama NI Made Wilastri kepada pejabat baru Neneng Sumiati di salah satu ruang kelas sekolah, Jalan Oto Iskandar Dinata, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.
Ia juga yakin, Kepala SDN Perwira yang baru nantinya mampu mengatasi hal tersebut. Apalagi, sebelum diangkat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Perwira Neneng Sumiati sudah terbiasa dengan murid berkelainan khusus. Sebab, ia merupakan salah satu guru di SDN Batutulis 2 yang juga memiliki siswa berkelainan khusus.Hal itu diakui Kepala SDN Batutulis 2 Nana Sutianah saat mengantarkan mantan gurunya menjadi kepala SDN Perwira. Ia optimis Neneng akan mampu mengelola pendidikan, khususnya bagi anak didik berkelainan khusus. ”Bu Neneng sudah terbiasa dengan hal itu. Jadi, saya yakin ia mampu memajukan SDN Perwira ini,” harapnya.
Sementara itu, Neneng Sumiati menyampaikan terima kasih kepada kepsek dan guru karena telah mengantarkan dirinya ke SDN Perwira. ”Saya tidak kaget begitu ditempatkan di sekolah ini karena saya sudah terbiasa menghadapi anak-anak inklusif. Jadi ke depannya, kami akan meneruskan program sebelumnya,” pungkasnya. (do/tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY