SHARE

METROPOLITAN.ID – Seleksi calon direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) telah usai. Karut-marut manajemen menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi calon direktur tunggal perusahaan pelat merah itu. Sebab, kondisi PDJT sekarang sangat mengkhawatirkan. Dengan keterbatasan yang ada, PDJT harus tetap berjalan melayani masyarakat Kota Bogor.

Pejabat Sementara (Pjs) PDJT Suharto mengatakan, calon direksi bakal menanggung beban yang sangat berat. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini pun nantinya dituntut bisa berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih, penyertaan modal yang diterima PDJT tinggal sedikit lantaran untuk mengcover pengeluaran PDJT sejak Juli hingga saat ini.
Dari Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 2016 sebesar Rp5,5 miliar, setengahnya atau sekitar Rp2,4 miliar harus diambil untuk membayar utang. Jadi, direktur yang baru hanya mempunyai modal Rp3,1 miliar untuk kembali menyehatkan moda transportasi kebanggaan warga Kota Bogor ini. “Maka dari itu, calon direktur harus berkualitas, tidak sembarang orang dapat memimpin PDJT ini,” ujar Suharto kepada Metropolitan, kemarin.
Selama menjadi pjs, Suharto menerangkan, tak banyak yang dikerjakan dirinya. Namun, menurut kepala Bappeda ini, PDJT harus semuanya diubah. Bahkan dari setiap sudutnya mulai dari regulasinya hingga manajemen dan pimpinannya. “Jual-beli tiket masih terjadi di PDJT dan itu salah satu kendalanya,” terangnya.
Suharto juga menjelaskan, jika regulasinya sudah diubah baru PDJT bisa beraktivitas kembali. Dengan aturan yang baru, PDJT bisa memberikan keuntungan bagi Pemkot Bogor. “Mungkin kalau regulasinya belum diubah, PDJT masih tetap sama dengan yang dulu,” paparnya.
Terpisah, Ketua Pansel Toto M Ulum mengatakan, hasil penilaian tim ahli kemarin langsung ia berikan kepada Walikota Bogor Bima Arya. Nanti walikota akan menentukan siapa calon direktur PDJT. “Jika walikota masih bimbang, pak wali bisa memanggil tim ahli untuk meminta pertimbangannya atau melakukan tes secara terbatas kepada semua calon,” jelasnya.
Toto juga menambahkan, calon direktur terpilih dapat diketahui ketika pelantikan. Sebab, setelah walikota memilih bakal langsung diadakan pelantikan. “Calon yang mempunyai nilai tertinggi pun tidak jaminan akan menjadi direktur, karena walikota yang nanti akan menentukan,” pungkasnya. (mam/b/ram/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY