SHARE

METROPOLITAN.ID | Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup jalur pendakian Gunung Semeru sejak Senin 4 Januari 2016. Penutupan dilakukan untuk memperbaiki ekosistem lereng dan selama badai berlangsung di Semeru.Penutupan akan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Saat ini, petugas sedang menyisir lereng gunung, sebagai upaya sterilisasi lereng gunung dari pendaki. Diperkirakan, terdapat 600 pendaki yang masih tersebar di lereng Semeru saat ini.Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari menyatakan penutupan tersebut adalah program tahunan yang dilakukan untuk mengembalikan ekosistem alami di lereng Gunung Semeru, setelah terganggu akibat aktivitas pendakian sepanjang tahun.Normalnya penutupan kawasan akan berlangsung selama tiga bulan untuk mengembalikan ekosistem. Namun, kali ini, TNBTS tak bisa memprediksi sampai kapan penutupan akan dilakukan.”Iya, (penutupan normalnya selama tiga bulan) tapi kali ini belum bisa memprediksi sampai kapan,” katanya  .Ayu menambahkan, penutupan tak bisa diprediksi berlangsung hingga kapan lantaran juga terjadi badai yang turun mengikuti musim hujan yang terbilang sering melanda Semeru. Hujan dikhawatirkan mengancam keselamatan pendaki akibat jalan pendakian yang licin dan potensi tertimpa dahan dan pohon tumbang di sepanjang lereng gunung. “Kami tak bisa memprediksi badai sampai kapan,” katanya.Saat ini, TNBTS menyebut tak ada pendaki yang antre untuk naik dari pos Ranupani. Namun, diperkirakan terdapat 600 pendaki yang masih berada di lereng gunung.Petugas melakukan penyisiran dari titik pemberangkatan hingga titik terakhir di pos Kalimati. Pendaki berangsur-angsur turun dari lereng dan diperkirakan Semeru baru akan steril pada Selasa 5 Januari 2016.(VIVA)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY