Semua Komisi di Dewan bakal Panggil Gardenia

by -0 views

Abaikan Keluhan Warga

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Proses pembangunan Apartemen Gardenia Residence yang terletak di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, terus menuai polemik. Setelah diduga telah melakukan penyempitan kali dan membuat sejumlah anggota Komisi C DPRD Kota Bogor geram, kini manajemen Gardenia Residence  membuat anggota Komisi D kesal. Sebab, dengan adanya proses pembangunan apartemen tersebut, pihak manajeman tidak melibatkan sejumlah masyarakat sekitar untuk bekerja di pembangunan apartemen 25 lantai itu.
Anggota Komisi D DPRD Kota Bogor Najamudin mengatakan, ditinjau dari peraturan daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan, pihak pengembang telah melanggar aturan. Karena menurutnya datangnya investor di Kota Bogor setidaknya bisa membantu perekonomian warga sekitar. Dengan cara melibatkan warga sekitar dan ikut bekerja dalam proses pembangunan apartemen. ”Ini sampai ada aduan dari masyarakat sekitar, berarti ada permasalahan yang belum bisa terselesaikan,” ujarnya kepada Metropolitan.
Politisi PKS ini pun menerangkan, bahwa jika pihak pengembang tidak bisa mengakomdir masyarakat, maka pihak pengembang dapat diberikan sanksi. Terlebih Gardenia Residence tidak mempekerjakan warga sekitar dalam proses pembangunan maupun setelah apartemen itu berdiiri. ”Percuma saja kita mempunyai Perda Ketenagakerjaan, tetapi perusahaan yang ada tidak mengikutinya. Itu sama saja melanggar Perda,” terangnya.
Najamudin menambahkan, bahwa pihaknya akan memanggil manajemen Gardeneia Residence untuk mendengarkan penjelasan dari pihak gardenia. Ia pun akan memanggil kepala Dinas Ketenaga Kerjaan, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor dan menanyakan pengawasan yang telah dilakukan olehnya. ”Kita akan memanggil untuk meminta penjelasan dari pihak terkait dari aduan warga ini, jangan sampai dengan adanya pembangunan ini masyarakat sekitar dirugikan,” paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi membenarkan adanya aduan masyarakat dari Keluarahan Cibuluh berkaitan dengan proses pembangunan apartemen yang melanggar tidak kesepakatan dengan warga. “Izin apartemen itu bisa dibekukan bahkan dicabut oleh Pemkot Bogor, jika permasalahan dengan warga tidak diselesaikan,” jelasnya.
Ia juga sangat menyayangkan atas tindakan yang diambil pihak manajemen Gardenia, terlebih belum diperbaiki sejumlah rumah milik warga sekitar yang rusak akibat pembangunan apartemen itu. “Mulai dari proses pembangunan, banyaknya keluhan warga memang sangat disayangkan. Seharusnya dengan keberadaan Gardenia ini bisa meninhkatkan perekonomian masyarakat dengan pesat,” katanya.
Sebelumnya, warga sekitar Kelurahan Cibuluh yang diwakili oleh Ketua RW 04 Supatman telah menyepakati perjanjian dengan pihak manajemen Gardenia Residence. Namun hal tersebut sangat disayangkan karena tidak melibatkan masyarakat sekitar yang mengeluhkan keberadaan Apartemen Gardenia Residen. (mam/b/ram)