SHARE

METROPOLITAN.ID | SUKABUMI — Belasan hektare lahan tanaman tomat di Kampung Warnasari, Kabupaten Sukabumi gagal panen akibat serangan hama. “Saat ini satu pohon hanya bisa menghasilkan buah tomat sebanyak setengah hingga satu kilogram, padahal jika kondisi normal satu pohon bisa menghasilkan tomat sebanyak empat kilogram,” kata salah seorang petani tomat, Mulyadi Tata, Senin (11/1). Menurutnya, Kampung Warnasari ini merupakan sentra pertanian tomat. Akibat gagal panen ini produksi dan pasokan tomat untuk ke pasar baik tradisional maupun modern terganggu. Seharusnya pada bulan Januari menjadi puncak panen raya tomat, tetapi karena serangan hama tersebut menyebabkan produktivitasnya menurun drastis. Selain itu, saat ini petani juga belum mengetahui hama apa yang menyerang tanaman tomat ini, padahal petani secara rutin memberikan obat dan pestisida untuk menjaga dari serangan hama. Rusaknya tanaman ini ditandai dengan kondisi daun yang keriting dan pertumbuhan yang tidak maksimal seperti batangnya kecil dan kering. Petani lainnya, Andri mengatakan kerugian akibat gagal panen ini mencapai Rp25 juta untuk 3,5 hektare lahan. Adapun biaya produksi satu pohon membutuhkan anggaran mencapai Rp4 ribu. Agar kerugian tidak bertambah besar, terpaksa pihaknya mengganti dengan tanaman lain yang lebih tahan hama. “Saat ini tomat tidak bisa jadi andalan kami, padahal petani di sini sangat mengandalkan tomat sebagai mata pencarian utama di bidang pertanian karena kondisi alam yang cocok untuk tanaman ini,” katanya. (rep)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY