News, Sport and Lifestyle

Si Topi Hitam Namanya Afif

METROPOLITAN.ID – Pria bertopi hitam dan mengumbar tembakan di kawasan Sarinah, Jakarta, memiliki nama Sunakim alias Afif.
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, Afif adalah pria berkaos hitam, mengenakan topi hitam berlambang ”Nike” dan menyandang ransel yang tertangkap kamera saat menodongkan senjata.
”Nama aliasnya Afif. Nama sebenarnya saya lupa,” ujar Badrodin. Pria ini muncul dari kerumunan massa setelah ledakan terjadi di pos polisi. Afif tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Badrodin menjelaskan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri tidak asing dengan sosok Afif. Pada 2010 lalu, Densus 88 pernah menangkap Afif di Aceh atas kasus pelatihan perang dan kepemilikan senjata. Hakim memvonisnya dengan hukuman penjara selama tujuh tahun. Afif juga pernah dilatih di kamp militer di Aceh.
Berdasarkan data dari website Mahkamah Agung (MA), Afif yang bernama asli Sunakim dididik militer di Pegunungan Desa Jalin, Kecamatan Jantho, Aceh Besar. Pelatihan militer ini mulai berdenyut sejak 2010.
Afif dan 40 orang lainnya mengi­kuti pelatihan menggunakan senjata AK 47, M16, strategi tempur, menembak, membaca kompas cara bertahan, cara mengevakuasi kawan, bela diri dan kemampuan fisik.
Mereka datang dari Aceh, Solo, Jawa Barat, Sulawesi, Medan, Lampung dan Jakarta dan dibagi tiga regu. Untuk menyamar, tempat latihan dilaksanakan di pegunungan yang harus ditempuh dengan jalan kaki selama 7 jam. Pendidikan ini berlangsung dua bulan.
Materi pelatihan seperti cara menembak yang baik dengan posisi yang berdiri yaitu posisi kaki kiri majukan sedikit ke depan sehingga posisi badan sedikit serong. Belakangan posisi ini dipakai Afif saat beraksi di tengah Jalan MH Thamrin.
Memasuki Maret 2010, polisi menyisir lokasi latihan dan terjadi kontak senjata, tepatnya di Lamkebau, Kecamatan Seulimun. Dalam adu tembak ini, tiga anggota Brimob meninggal dunia, satu warga meninggal dan 11 anggota Brimob luka-luka. Kelompok ini ditangkap dan dibawa ke Jakarta untuk diadili, termasuk Afif.
Pada 20 Desember 2010, mereka dihukum 7 tahun penjara, termasuk Afif. Vonis ini dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 31 Maret 2011 oleh ketua majelis Celine Rumansi dengan anggota Sumantri dan Syafrullah.
Afif disebut-sebut tinggal di Sumedang, Jawa Barat. Polda Jabar pun bergerak menyelidiki kepastian informasi tersebut. ”Sedang dicek,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto.
Dia belum dapat memastikan kalau salah satu pelaku teror di Jakarta itu benar-benar warga Sumedang. ”Kapolres Sumedang sedang menyelidikinya, betul atau nggak orang Sumedang,” imbuhnya.
Sebelumya diberitakan, seorang pria bertopi hitam mengenakan kaos senada serta celana jins ini nekat. Sambil memegang senjata api dan membawa ransel, di tengah kerumunan warga, menebar tembakan. Peluru pun melesat ke tubuh polisi yang sedang berjaga di kawasan Sarinah, Jakarta. Aksi teroris yang mengguncang ibukota itu seketika menyedot perhatian dunia.
Akibatnya, tujuh tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam aksi rentetan teror di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dari tujuh orang itu, lima di antaranya adalah pelaku dan dua korban tewas lainnya adalah warga negara asing dan seorang WNI. (de/tib/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *