News, Sport and Lifestyle

Siap-siap Bawa Barang di Bagasi Kereta Kena Biaya

METROPOLITAN.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero pada awal tahun 2016 mulai memberlakukan biaya kelebihan bagasi barang bawaan penumpang. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua kelas KA, baik ekonomi, bisnis sampai eksekutif.
Sesuai peraturan setiap penumpang hanya diizinkan membawa barang maksimum 20 kilogram. Lebih dari itu, calon penumpang  akan dikenai tarif tambahan.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, aturan itu berdasarkan paparan Evaluasi Angkutan Natal 2015 dan tahun baru 2016. Menurut Edi, pengenaan biaya tambahan bagasi karena penumpang KA sering mengeluh tidak kebagian tempat untuk penyimpanan bagasi.
Kelebihan barang kelas ekonomi dikenai tarif Rp2.000 per kilogram, kelas bisnis Rp5.000 per kilogram dan kelas eksekutif Rp10.000 per kilogram.
Ada saja penumpang yang membawa barang hingga dua karung lebih, sehingga mengganggu penumpang lainnya untuk menempatkan barang bawaan. “Peraturan tertulis sesungguhnya sudah ada, tapi mulai tahun ini (2016) mulai kita berlakukan lagi,” tegasnya.
Meski begitu, Edi tak merinci lebih lanjut seberapa besar dampak pemberlakuan tarif tambahan kelebihan bagasi tersebut, termasuk pendapatan yang akan diperoleh dari penerapan aturan tersebut.
“Belum sejauh itu. Tapi yang penting saat ini semua penumpang bisa semakin aman dan nyaman ketika bepergian menggunakan KA. Pengawasan penumpang ditingkatkan, maling dan tindakan pencurian di KA diharapkan tak lagi pernah terjadi,” tuturnya.
Ada pun rincian besaran biaya bagasi yakni KA ekonomi Rp2 ribu, KA bisnis Rp5 ribu dan KA eksekutif Rp10 ribu. “Mekanismenya, diperiksa saat mau masuk, kalau (barang bawaan, red) lebih (20 kg, red) dikenai biaya per kg-nya sesuai kelas kereta yang dinaiki,” tandas mantan direktur aset KAI ini.
Manager Corporate Communication KCJ Eva Chairunnisa  mengatakan, sejak tahun 2008 hingga saat ini, PT KCJ telah membeli 784 unit KRL. Saat ini seluruh KRL tersebut dioperasikan untuk mengakomodir 887 perjalanan KRL perhari di wilayah Jabodetabek
18 unit KRL yang tiba hari ini juga akan beroperasi menjadi KRL dengan formasi 12 kereta. Rangkaian 12 kereta tersebut nantinya dapat menambah kapasitas angkut KRL Jabodetabek, sehingga mampu melayani lebih banyak lagi pengguna.
”Untuk tahun 2016, PT KCJ menargetkan dapat melayani 285.600.960 pengguna atau tumbuh 10,9% dari realisasi penumpang tahun 2015 sebesar 257.527.772,” jelas Eva. (jp/feb/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *