SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Siapa para pelaku ledakan bom dan serangan senjata di Jakarta, hari Kamis, 14 Januari 2016? Hingga Kamis petang belum ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab, meski Wakapolri, Budi Gunawan, sudah mengaitkan serangan ini dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah.

“Kelompok Solo membuat persiapan-persiapan dengan anak-anak selnya untuk melakukan apa yang disebut dengan ‘konser bom’ yang harusnya dimainkan pada malam Tahun Baru. “Tapi karena kita bisa antisipasi, maka baru kali ini mereka laksanakan,” kata Budi Gunawan. Ketika ditanya, apakah ini serangan ISIS, sama dengan konteks serangan di Paris, Budi menjawab, “Yes, betul.” Tapi Menko Polhukam, Luhut Panjaitan, mengatakan pihaknya belum memastikan apakah ada kaitan antara serangan di Jakarta dan ISIS.

Serangan Paris dan Mumbai

Wartawan BBC untuk masalah keamanan dan terorisme, Frank Gardner, mengatakan pada tahap ini semua pihak harus membuka semua kemungkinan, meski ISIS akan dengan mudah dikaitkan dengan insiden ini. Ratusan warga Indonesia diyakini telah bergabung dengan ISIS di Suriah. Terbuka kemungkinan para pelaku, siapa pun mereka, kata Gardner, termotivasi, terinspirasi, atau mungkin diperintah oleh ISIS. Perlu diketahui juga masih ada ‘sisa-sisa dari kelompok Jemaah Islamiyah yang memiliki kaitan dengan al-Qaida’.

Serangan di Jakarta mengingatkan pada serangan di Paris pada November 2015 yang menewaskan 130 orang dan serangan di Mumbai, India, pada 2008 yang menewaskan setidaknya 160 orang. “Ini adalah bagian dari pola serangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, seperti di Istanbul dan Paris,” kata Gardner. Bedanya dengan Mumbai yang berlangsung selama tiga hari, serangan di Paris dan Jakarta relatif bisa diatasi dalam hitungan jam, yang membuat aparat keamanan bisa meminimalkan jumlah korban. Tujuan serangan adalah beraksi di kawasan urban, membunuh sebanyak mungkin korban, dan mendapatkan publikasi secara besar-besaran.(bcc)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY