SHARE

METROPOLITAN.ID | WONOGIRI – Jajaran Polres Wonogiri, menggelar apel Panggilan Luar Biasa (PLB) dan memberlakukan status Super Siaga Penuh (SSP). Ini dilakukan dalam kiat menyikapi pasca-kemunculan aksi teror bom bunuh diri, dan baku tembak di kawasan Sarinah, Jakarta.Kepada seluruh jajaran perwira, diberikan arahan untuk melakukan antisipasi dalam memahami situasi yang sedang terjadi saat ini. Apel PLB yang diikuti seluruh anggota, dilaksanakan Kamis (14/1), bertempat di halaman Mapolres Wonogiri, sekaligus untuk mengawali pemberlakukan status SSP bagi seluruh jajaran kepolisian di Wonogiri.Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean meminta kepada seluruh anggota agar menjaga keselamatan dan meningkatkan kewaspadaannya, baik ketika dalam perjalanan dan dalam bertugas, serta saat beraktivitas dimana saja. ”Dengan tetap melaksanakan pengamanan dan pelayanan masyarakat, untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat,” tegas Kapolres.Kepada semua jajaran, diserukan untuk melaksanakan pengamanan markas, baik markas komando (mako) induk Polres, Satlantas, asrama Polres dan seluruh mako Polsek. ”Ingat jam rawan mulai pukul jam 24.00 sampai dengan 05.00, agar piket jaga mako diatur untuk senantiasa siaga penuh,” tegas Kapolres.Kapolres juga memerintahkan agar dilakukan patroli ‘show of force’ ke seluruh wilayah. untuk menunjukan bahwa Polri siap memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kepada jajaran intelijen, diserukan dapat melaksanakan koordinasi komunitas intelijen, baik di tingkat horisontal dan vertikal, guna memonitor dan mendeteksi perkembangan situasi, agar segera dapat diambil langkah langkah lebih lanjut.“Adakan razia di jalur-jalur utama, untuk mencegah pergerakan pelaku teror dan pelaku kriminal lainnya. Adakan pula patroli dengan skala prioritas, dan bila perlu dilakukan secara gabungan bersama instansi terkait, untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat,” tandasnya.(SM)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY