SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Aparat Subdirektorat Kendaraan Bermotor (Ranmor) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, mengungkap kasus penjualan mobil curian tanpa kelengkapan dokumen yang diduga melibatkan oknum TNI dan Polri.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan penangkapan tersangka Dedy Syamsudin alias DS, di Cijantung, Jakarta Timur, Senin (4/1) kemarin.”Pengungkapannya hasil dari pengembangan penangkapan tersangka DS,” ujar Krishna, Selasa (5/1).Dia menyampaikan, usai menangkap DS, penyidik langsung melakukan pengembangan. Dari pengembang tersebut anggota berhasil meringkus tersangka Sahidin alias Udin dan Deden Kurnia yang diduga merupakan sindikat penjualan mobil tanpa dokumen atau hasil curian.Menurut Krishna, tersangka Udin sempat membeli tiga unit mobil tanpa kelengkapan surat dari tersangka DS. Udin diduga mengenal DS melalui perantara seorang oknum anggota TNI AD berinisial SUR.Dia menyebutkan, tiga mobil yang dibeli Udin dari DS yakni, mobil Kijang Innova seharga Rp55 juta, Avanza Rp35 juta, dan Honda CRV Rp70 juta.Setelah itu, Udin menjual kembali mobil Innova dan Avanza kepada anggota Brimob Polda Papua berinisial FE. Tapi, anggota Lalu Lintas Polrestabes Surabaya berhasil menyita Innova dan Avanza itu saat akan dikirim di Surabaya. Sementara, mobil CRV dijual kepada oknum TNI AD berinisial BY di daerah Kabupaten Bandung.Krishna menambahkan, tersangka Udin diduga juga pernah membeli dua unit mobil dari SUR dan telah dijual kepada seseorang berinisial A dan oknum TNI AD berinisial KAR. “Saat ini, kami sedang berupaya menarik dan menyita barang bukti kendaraan itu,” tandasnya.(BERSAT)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY