SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Sistem Satu Arah (SSA) yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada awal tahun ini sepertinya akan diundur. Sebab, hingga kemarin beberapa jalan yang direncanakan diterapkan SSA ternyata belum juga diberlakukan, yakni di beberapa jalan utama seperti Jalan Jalak Harupat, Jalan Juanda, persimpangan BTM dan Jalan Otista.
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor masih belum siap melaksanakan SSA. Karena menurut Bima, DDLAJ harus bisa menyosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat sebagai pengguna jalan. Bima berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada DLLAJ. Karena SSA ini bagian penataan kendaraan secara keseluruhan seperti sistem rerouting, sistem angkutan berbadan hukum dan beberapa yang lainnya.
SSA yang merupakan salah satu dari Bogor Transportation Program (B-TOP) yang sebelumnya sudah direncanakan Pemkot beberapa bulan lalu, walaupun sudah menjalani beberapa kajian namun program ini hingga kini belum bisa terlaksana. “Setelah melakukan evaluasi, saya ingin program ini bisa dilaksanakan pada Februari dan paling lambat Maret,” katanya.
Mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perhubungan sebagai Kota dengan konsep transportasi yang baik, bukan jaminan Kota Bogor terlepas dari kemacetan. Hal tersebut pun diakui langsung Bima Arya. “Percuma kita mendapat penghargaan jika hanya sebatas konsep kalau implementasinya tidak ada,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor AKBP Andi Herindra menjelaskan, konsep SSA yang akan diterapkan di Kota Bogor harus matang serta mempertimbangkan beberapa aspek. Hal ini agar tak ada yang dirugikan dengan SSA tersebut. “Nantinya pasti ba­kal ada pengalihan lalu lintas jika saat ini kemacetan sering terjadi di simpang BTM dan simpang Jalan Otista. Jika diberlakukan SSA itu pun pas­ti pindah dan kita saat ini sedang mengkajinya,” paparnya.
Dengan adanya SSA, menurut Andi, memang membuat jalan di lingkar Kebun Raya Bogor menjadi lancar. Namun, pusat kemacetan yang baru pun tak menutup kemungkinan nantinya akan bertambah. “SSA ini akan mengubah beberapa trayek angkot nantinya. Dipastikan pusat kemacetan akan bertambah dan berpindah,” kata Andi. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY