Siswa SMPN 3 Rawakalong Beli LKS di Sekolah

by -10 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Aksi jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) ternyata sudah rahasia umum bahkan dijual secara terang-terangan kepada siswa di dalam sekolah. Hal ini terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Rawakalong, Kecamatan Gunungsindur. Sebelumnya, pada semester ganjil kemarin pihak sekolah menjualnya di salah satu rumah warga dekat sekolah.
Dari hasil investigasi Metropolitan, ditemukan sejumlah siswa kelas VII SMPN 3 Rawakalong berinisial Her sedang membeli buku LKS di sekolah tersebut. Buku tersebut dibeli dari guru seharga Rp150 ribu untuk sepuluh mata pelajaran. ”Buku LKS ini saya beli dari guru yang ada di sekolah ini karena setiap siswa diharuskan memiliki buku LKS,” ujarnya polos kepada Metropolitan.
Ia juga mengakui bahwa buku LKS itu sangat membantu untuk melatih siswa dalam peningkatan akademik tapi sangat disayangkan, buku LKS tersebut tidak boleh dibeli satu per satu. ”Belinya harus sekaligus Pak, tidak boleh dicicil satu per satu. Kalau tidak punya uang nggak bisa mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) Pak,” ujar Her.
Sedangkan pengakuan orang tua siswa, Jein mengungkapkan bahwa harga satu paket buku LKS yang dijual pihak sekolah terlalu mahal, seharga Rp15 ribu per buku padahal dari penerbit di bawah Rp9 ribu. ”Kalau anak saya diharuskan beli buku LKS untuk sepuluh bidang studi seharga Rp150.000. Karena belum punya uang dan itu tidak bisa dicicl, niat itu ditunda dulu,” paparnya.
Menurut dia, harga buku LKS itu sangat memberatkan orang tua karena pihak sekolah mengambil untung terlalu besar, bisa mencapai Rp8 ribu per buku. ”Seperti saya ini Pak yang belum bisa membeli sekaligus, apalagi saya hanya pedagang bensin eceran. Ditambah, sekolah akan mengadakan studi tur ke Bandung dengan membayar Rp250 ribu per orang. Belum lagi buat pegangan anak,” ungkapnya.
Sayangnya ketika Metropolitan mencoba menemui Kepala SMPN 3 Rawakalong Retno, tidak di ruang kerjanya. ”Maaf pak, Ibu kepala sekolah sedang tidak ada di tempat,” ujar para guru SMPN 3 Rawakalong.
Sementara itu, menurut Kepala Desa Rawakalong HM Riasmara menyayangkan bila pihak sekolah mengharuskan orang tua siswa membeli sekaligus buku LKS itu. ”Apa yang dilakukan pihak sekolah sudah bertentangan dengan peraturan yang ada. Kalau bisa, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor harus tegas memberi sanksi. Apalagi hal ini sudah jelas dilakukan oknum sekolah,” imbuhnya. (gie/tur/ar/ram/run)