News, Sport and Lifestyle

Soal Aliran Suap ke Komisi V, Damayanti: Biar Waktu yang Menjawab

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Mantan Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti tak membantah uang suap yang diterimanya dari Dirut PT Windhu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir juga mengalir kepada sejumlah koleganya di Komisi V DPR.Uang suap itu diberikan untuk mengamankan proyek infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tahun anggaran 2016.Usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/1), Damayanti menyatakan, aliran suap kepada para koleganya akan segera terungkap.”Biar waktu yang menjawab (aliran suap kepada Komisi V),” kata Damayanti di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 20/1) malam.Meski demikian, Damayanti yang mulai diperiksa sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.51 WIB enggan mengungkap lebih lebih rinci siapa saja legislator yang turut kecipratan uang haram ini.Sambil tersenyum, Damayanti kembali menyatakan waktu yang akan menjawab kebenaran dugaan tersebut.”Nanti saja ya. Biar waktu yang menjawab,” katanya.informasi, terdapat sejumlah proyek Kempupera yang ditujukan untuk membangun infrastruktur di wilayah Ambon, Maluku dan sekitarnya. Anggaran sejumlah proyek pembangunan jalan dan jembatan itu disebut mencapai Rp 2 triliun.Dengan janji menerima Rp 3,9 miliar, Damayanti bertugas mengamankan agar PT WTU ditunjuk sebagai sub kontraktor untuk menggarap satu dari sekitar 16 cluster proyek infrastruktur di Ambon. Diduga, terdapat sejumlah anggota Komisi V lainnya yang memiliki tugas yang sama dengan Damayanti. Bahkan ditengarai aliran suap tersebut mengalir hingga kepada Pimpinan Komisi V, dan para pimpinan fraksi.menegaskan kasus ini tak berhenti dengan menjerat Damayanti, Abdul Khoir dan dua staf Damayanti, yakni Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin sebagai tersangka. Tak menutup kemungkinan, dari pengembangan dan pengusutan yang terus dilakukan, KPK akan menjerat tersangka baru kasus ini.”Iya, untuk pengembangan kasus, ada kemungkinan (tersangka baru),” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu (20/1).Untuk mengusut kasus ini, penyidik KPK sudah menggeledah sejumlah tempat. Antara lain Direktorat Jenderal Bina Marga Kemenpupera, kantor PT WTU dan ruang kerja Damayanti.Tak hanya itu, KPK juga menggeledah kerja kolega Damayanti di Komisi V DPR, Budi Supriyanto dan Yuddy Widiana Adia. Sejumlah dokumen dan barang elektronik sudah disita.Dokumen yang disita saya tidak dapat info rincinya apa saja,” kata Yuyuk.Diberitakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (13/1), KPK mengamankan Damayanti bersama lima orang lainnya. Selain itu, Tim Satgas KPK juga menyita uang sebesar 99.000 dolar Singapura yang diduga merupakan bagian dari janji suap sebesar 404.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 3,9 miliar yang diberikan Dirut PT Windu Tunggal Utama. Proyek tersebut merupakan proyek jalan di Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX.Setelah diperiksa intensif, Damayanti, Julia, dan Dessy ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap.Atas tindak pidana yang dilakukannya, ketiganya dijerat KPK dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.Sementara itu, Abdul Khoir ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 33 UU Tipikor(beritasatu.com).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *