SHARE

METROPOLITAN.ID – Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor sudah mengimbau agar tarif angkot diturunkan empat persen, sekitar Rp200, dari tarif sebelumnya. Namun ternyata mereka masih mengutip tarif lama. Padahal, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium turun Rp350 sejak Selasa (5/1). Kondisi tersebut pun dianggap telah mencederai hak masyarakat pengguna jasa.
SEORANG penumpang angkot jurusan Citeureup-Pasar Anyar Gita Isnandar (28) mengaku masih membayar tarif seperti biasa, walaupun harga BBM sudah turun. “Saya bayar angkot sama saja, Rp5.000. Nggak kayak waktu BBM naik, tarif angkot langsung ikutan naik,” keluhnya.
Sedangkan sopir angkot jurusan 02 Cisarua–Sukasari Encep Sujana (54) mengatakan, dirinya masih menggunakan tarif lama. Jika diturunkan Rp500, ia merasa jerih payahnya mencari penumpang sia-sia. “Kalau diturunkan, saya malah nggak kebagian untungnya dong,” tuturnya.
Ia malah mempertanyakan kenapa turunnya harga BBM, tidak diikuti persediaan barang yang mencukupi. Akibat kelangkaan BBM, ia terpaksa hanya beroperasi setengah hari. “Hari ini (kemarin, red) saya kebanyakan nongkrong di pangkalan, karena nggak ada bensin,” ujarnya.
Terpisah, Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor Subiantoro mengaku sedang menerapkan peraturan baru terkait tarif angkot di Kabupaten Bogor. Tarif angkot rata-rata turun empat persen atau setara Rp200. “Setelah premium turun menjadi Rp7.050 per liter, kami juga akan menerapkan tarif angkot turun Rp200,” terangnya.
Menurut dia, DLLAJ mempunyai layanan pengaduan melalui website resmi DLLAJ Kabupaten Bogor. Jika warga menemukan ada sopir angkot yang malah menaikkan tarif seenaknya, silakan lapor. “Setiap pelanggar tarif akan dikenakan sanksi administrasi sesuai tingkat pelanggarannya,” ujarnya. (rez/c/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY