SHARE

METROPOLITAN.ID | Semarang – Sri Mulyati, korban rekayasa kasus yang diputus tidak bersalah oleh Mahkamah Agung pada 2014 belum juga menerima ganti rugi dari negara.Kuasa hukum Sri Mulyati, Edo Bagus Artandy, di Semarang, Minggu (10/1), mengatakan, hingga hampir dua tahun berlalu, mantan operator salah satu tempat karaoke tersebut belum juga dibayar ganti ruginya.“Belum ada pembayaran ganti rugi hingga sekarang,” kata pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron Semarang tersebut.Meski demikian, kata dia, Sri sempat diundang ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta serta di kantor wilayah Jawa Tengah.“Sempat diundang untuk membicarakan soal ganti rugi tersebut,” tambahnya.Dari hasil pertemuan, menurut dia, sudah dijelaskan mengenai mekanisme pemberian ganti rugi.Ganti rugia tersebut, lanjut dia, masih harus dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan untuk mekanisme pembayarannya.Sebelumnya, Sri Mulyati (39), pegawai sebuah tempat karaoke di Kota Semarang, harus menjalani hukuman penjara selama 13 bulan atas pidana yang tidak pernah dilakukannya sebelum dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Agung.Pada pengadilan tingkat pertama, warga Jalan Kampung Malang, Petolongan, Semarang ini dijatuhi hukuman delapan bulan dan dikuatkan menjadi satu tahun oleh Pengadilan Tinggi Semarang.Sri juga diwajibkan membayar denda Rp 2 juta yang jika tidak dipenuhi akan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan.Pada 2012, kasasi yang diajukan Sri melalui Penasihat Hukumnya dari LBS Mawar Saron dikabulkan Mahkamah Agung dengan putusan bebas murni.MA juga mengabulkan tuntutan ganti rugi yang diajukan Sri Mulyati terhadap negara sebesar Rp 7 juta.(KRM)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY